Cara Menulis Teks Diskusi yang Baik agar Menarik Perhatian Pembaca

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Teks diskusi adalah jenis teks yang berisi dua atau lebih pendapat berbeda mengenai suatu persoalan. Dua pendapat yang berbeda tersebut bisa menyatakan pro dan kontra maupun mendukung dan menolak.

Hal itulah mengakibatkan kedua pihak saling menyampaikan masalah yang menjadi persoalan pada diskusi. Adapun pengertian dari diskusi adalah bentuk aktivitas saling bertukar pikiran yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, pengertian diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah.

Dengan saling bertukar pikiran, seseorang yang berdiskusi akan mempunyai pandangan yang sama. Selain untuk mendapat kesamaan pemahaman atas gagasan yang dibicarakan, diskusi bisa menambah wawasan dan pengalaman.

Secara tidak langsung, dalam teks diskusi menyatakan kebenaran suatu pendapat. Itulah mengapa, penulis perlu meyakinkan orang yang membaca teksnya untuk setuju dengan sudut pandangnya.

Berikut ini rangkuman tentang cara menulis teks diskusi untuk menarik perhatian pembaca, seperti dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Selasa (2/11/2021).

Struktur Teks Diskusi

Ilustrasi mengetik di laptop. Credit: unsplash.com/Corrine
Ilustrasi mengetik di laptop. Credit: unsplash.com/Corrine

Sebelum mambahas cara menulis teks diskusi, ketahui dulu strukturnya. Teks diskusi mempunyai empat struktur, yaitu:

1. Isu

Bagian ini berisi masalah yang akan didiskusikan secara bersama-sama atau berisi masalah yang akan didiskusikan lebih lanjut.

2. Argumen Mendukung

Bagian teks ini berisi argumen (alasan) yang mendukung (pro) suatu hal yang menjadi pokok permasalahan. Setelah menyampaikan masalah pada bagian isu, penulis menyampaikan pendapat dari sudut pandang pendukung.

Pendapat tersebut biasanya disertai alasan-alasan dan bukti-bukti untuk mendukung pendapat yang disampaikan sebelumnya.

Struktur Teks Diskusi

Ilustrasi mengetik di laptop. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello
Ilustrasi mengetik di laptop. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello

3. Argumen Menolak

Bagian ini biasanya menyatu dengan argumen yang mendukung sebagai bagian kedua teks diskusi. Namun, ada pula yang meletakkannya terpisah.

Di sini, argumen yang dikemukakan justru menolak (kontra) hal yang menjadi perkara utama dalam diskusi. Seperti halnya dalam argumen mendukung, argumen menolak harus disertai alasan-alasan dan bukti-bukti dari sudut pandang kontra.

4. Simpulan

Simpulan adalah bagian terakhir dari teks diskusi. Bagian ini berisi kesimpulan dan rekomendasi tentang masalah yang sedang dibahas.

Umumnya berupa jalan tengah antara pihak yang mendukung dan pihak yang menolak mengenai sesuatu pada masalah tersebut.

Cara Menulis Teks Diskusi

Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)

1. Judul menarik

Buatlah judul teks diskusi dengan menggunakan bahasa yang menarik perhatian. Misalnya:

  • Sekolah tanpa Olahraga, Penjara Fisik

  • Kita Gagal Menjaga Lingkungan Sendiri

2. Pertanyaan retoris

Pertanyaan retoris adalah jenis kalimat atau pertanyaan yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban. Namun, pertanyaan retoris biasa digunakan penulis atau pembicara untuk menarik perhatian orang.

Pertanyaan retoris biasa digunakan sebagai mukadimah atau pembukaan dalam tulisan. Berikut ini contohnya:

  • Haruskah Kita Berutang Terus kepada Bangsa Asing?

  • Apa Susahnya Membuang Sampah dengan Benar?

3. Bahasa emotif

Selain menggunakan pertanyaan retoris, mukadimah atau pembukaan tulisan bisa diungkapkan dengan bahasa emotif.

Bahasa emotif adalah ungkapan yang mampu melibatkan emosi, perasaan, dan pikiran orang untuk bertindak melakukan sesuatu seperti yang penulis pikirkan. Berikut ini contohnya:

  • Sangat jelas, warga negara wajib pajak yang tidak patuh membayar pajak, seperti penyewa rumah yang tidak mau membayar sewa rumahnya!

  • Lingkungan bakal membebani kita andai kita membebani lingkungan tanpa peduli menjaganya.

Cara Menulis Teks Diskusi

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Ylanite
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Ylanite

4. Kata ganti personal

Kata ganti personal tidak hanya menunjuk atau menggantikan orang atau sejumlah orang dalam wacana, tetapi juga melibatkan pembaca sebagai orang yang terlibat dalam persoalan yang dibicarakan.

Umumnya digunakan sapaan Anda sebagai kata ganti orang dimaksud. Berikut ini contohnya:

  • Saya sangat yakin Anda tidak bakal setuju dengan gagasan aneh bahwa….

  • Anda pasti sedang bercanda andai berpikir bahwa…

5. Pernyataan topik yang jelas

Pernyataan topik adalah tuturan yang menimbulkan keadaan baru dengan mengujarkan kata-kata. Hal itu karena kata-kata yang digunakan harus jelas artinya, mudah dimengerti, dan tidak menimbulkan salah tafsir. Berikut contohnya:

  • Setiap tahun bertambah jumlah spesies hewan yang masuk daftar hewan hampir punah.

  • Iklim berubah secara ajek dalam berita di media massa, tapi masih ada orang yang tidak setuju atas penyebabnya beserta bagaimana efeknya.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel