Cara Miliuner Dunia Memandang Uang: Tak Ada Jalan Pintas Menuju Kekayaan

Merdeka.com - Merdeka.com - CEO sekaligus pembawa acara podcast ‘We Study Billionaires’, Trey Lockerbie membeberkan cara orang kaya dunia memandang uang. Penilaian ini dia dapat karena elah mewawancarai 25 miliuner dan lebih dari 100 jutawan mandiri, termasuk investor terkemuka seperti Howard Marks dan Cathie Woods.

Dari wawancara tersebut, dia menemukan bagaimana orang-orang kaya dunia memandang uang. Menurutnya, orang kaya tidak memiliki ‘pola pikir lotere’ atau keyakinan atas jalan pintas menuju kekayaan instan berdasarkan keberuntungan acak.

Lockerbie menjelaskan, setidaknya ada tiga kebiasaan dan pola pikir yang jutawan yang telah membuat mereka sukses.

Pertama, orang kaya tidak bertindak berdasarkan rasa takut atau dorongan hati. Orang yang paling sukses secara finansial lebih menyukai tantangan dan memiliki hasrat untuk memecahkan teka-teki. Begitulah mereka memperlakukan bertindak dalam pengelolaan bisnis dan pasar sahamnya.

Seperti yang disampaikan salah satu pendiri Oaktree Capital Management, Howard Marks dalam podcast We Study Billionaires tersebut mengenai cara melewati periode pergolakan seperti resesi dan awal pandemi. Marks menyampaikan alih-alih membuat keputusan berdasarkan rasa takut, dia hanya fokus pada data dan peluang potensial, bukan pada risiko atau kerugiannya yang akan dihadapi.

Berpikir Jangka Panjang

Kebiasaan orang kaya selanjutnya yakni sabar dan berpikir jangka panjang. Salah satu faktor sukses terbesar Warren Buffett adalah bahwa dia berinvestasi dalam bisnis yang memiliki potensi untuk tumbuh dalam nilai beberapa dekade ke depan, dan tidak peduli berapa harga saham mereka pada waktu tertentu.

Bahkan banyak miliuner mengagumi pendekatan Buffett dan seberapa banyak kesabaran yang dilakukan Buffet dalam membangun usaha.

Seperti pada sebuah konferensi, salah satu pendiri Airbnb, Brian Chesky berbicara tentang makan siang yang tak terlupakan bersama Jeff Bezos dan Buffett. Selama makan siang itu, Bezos mengingat salah satu pertemuan pertamanya dengan Buffett, di mana dia bertanya kepada Buffet mengenai cara investasi yang tidak mudah ditiru.

"Karena tidak ada orang yang ingin kaya secara perlahan," jawab Buffett.

Banyak Mengatakan Tidak

Terakhir, orang kaya lebih banyak mengatakan ‘tidak’ daripada mengatakan ‘iya’. Dalam salah satu podcast yang dilakukan Lockerbie dengan David Rubenstein, salah satu pendiri perusahaan ekuitas swasta, Carlyle Group dan menuakan bagaimana dia bisa melakukan banyak hal.

Rubenstein dengan tegas mengatakan, dia mempunyai banyak list yang tidak dia lakukan. Misalnya mulai dari tidak bermain golf, tidak minum alkohol, tidak menonton Netflix dan sebagainya. Rubenstein menghindari semua hal itu karena menganggap kegiatan-kegiatan tersebut hanya menghabiskan waktunya.

Miliunr Jesse Itzler setuju tentang kebiasaan orang kaya dalam mengatakan ‘tidak’. Itzler sebagai salah satu pendiri Marquis Jet, salah satu perusahaan kartu jet pribadi terbesar di dunia, mitra di Zico Coconut Water dan juga pendiri The 100 Mile Group serta pemilik NBA Atlanta Hawks yakni bahwa pada usianya yang harus fokus memikirkan masa depan, mengatakan ‘tidak’ adalah pilihan yang tepat.

"Usia 20-an dan 30-an adalah waktu yang tepat untuk mengatakan ‘ya' jika ingin membangun jaringan dan mendapatkan eksposur. Tetapi usia akhir 40-an dan seterusnya adalah waktu yang tepat untuk mengatakan ‘tidak’. Anda harus mengambil kendali penuh atas waktu Anda," tegas Itzler.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [idr]