Cara Mudah Bikin Awet Perangkat Smart Home

·Bacaan 2 menit

VIVA – Hadirnya perangkat elektronik di rumah membuat hidup manusia menjadi lebih mudah dan nyaman. Mulai dari lemari pendingin atau kulkas yang bisa menjaga bahan makanan tetap segar dan sejuk, hingga pendingin ruangan atau AC yang dapat mengusir hawa panas.

Dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi, maka jumlah perangkat elektronik di dalam rumah juga semakin banyak. Kini hampir setiap rumah memiliki televisi layar datar, serta jaringan internet nirkabel yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan smart home.

Saat hendak mencuci baju, maka tersedia mesin dengan beragam pilihan dan harga. Bosan nonton tayangan TV, penghuni bisa memboyong konsol permainan yang berisi banyak game seru. Bahkan, lampu yang tadinya hanya bisa dihidupkan menggunakan sakelar kini dapat diatur warna dan waktu nyalanya melalui gawai.

Data dari Pusat Badan Statistik menunjukkan, bahwa konsumsi listrik per kapita di Indonesia pada 2017 yakni sebesar 1,02 Mega Watt Hours. Pada tahun berikutnya, angka tersebut naik menjadi 1,06 MWH dan di 2019 tercatat sebesar 1,08 MWH.

Dengan meningkatnya penggunaan fasilitas listrik oleh masyarakat, ketidakstabilan atau naik turunnya tegangan listrik menjadi masalah yang cukup sering terjadi di setiap rumah kelas menengah dan beberapa perkantoran.

Ketika listrik digunakan secara berlebihan, tegangan listrik menjadi sering naik turun sehingga mengakibatkan terjadinya korsleting, lonjakan arus listrik yang besar, hingga kerusakan. Hal ini diperparah dengan masih adanya oknum yang menggunakan fasilitas tersebut secara ilegal.

Untuk melindungi barang-barang elektronik dengan konsumsi listrik berat dari kerusakan, dibutuhkan stabilizer listrik agar arus bisa seimbang, sehingga peralatan elektronik di rumah atau kantor dapat berfungsi dengan optimal.

Putra dari pemilik PT Gunindo Trimukti sebagai penyedia stabilizer Matsuyama, Jacky Herman Hardjono mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih pengaman perangkat elektronik itu.

Stabilizer Matsuyama terdiri dari dua kategori, yaitu 1 Phase dan 3 Phase. Model 1 Phase biasanya digunakan untuk listrik perumahan dan elektronik rumah, sedangkan model 3 Phase dipakau di perumahan mewah, industri atau pabrik,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Senin 23 Agustus 2021.

Jacky menjelaskan, ada dua faktor yang sangat menentukan cara kerja stabilizer listrik. Faktor pertama ialah kapasitas nilai yang dimiliki oleh barang elektronik yang sedang tersambung dengan stabilizer, sedangkan faktor kedua ialah nilai kapasitas yang diperlukan oleh stabilizer itu sendiri.

“Maka dari itu, pilihlah stabilizer listrik yang berkualitas baik serta sesuai dengan konsumsi daya dan kapasitas pada peralatan elektronik di rumah atau kantor,” tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel