Cara Mudah Cek Rekam Medis: Pasien Nyaman, Nakes Enggak Stres

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penelitian yang dilakukan Samsung global menunjukkan bahwa 81 persen tenaga kesehatan atau nakes menyatakan penggunaan teknologi yang tepat akan mengurangi beban kerja dan 67 persennya menyakini digitalisasi akan mengurangi tingkat stres.

“Tentu kondisi ini sangat relevan dengan situasi pandemi COVID-19 sekarang ketika beban kerja dan stres para tenaga kesehatan (nakes) terforsir sehingga harus dilakukan terobosan untuk membantu mereka agar tetap optimal menjalankan tugasnya,” kata IM B2B Regional Technical Account Manager Samsung Research Indonesia, Bayu Aji Nugroho, Sabtu, 20 Maret 2021.

Baca: Telisik Kecanggihan Samsung Galaxy A52 dan Galaxy A72

Artinya, proses digitalisasi akan sangat menghemat waktu dan biaya bagi pasien dan operasional rumah sakit melalui pengalikasikan perangkat mobile. Piranti ini bisa berupa ponsel pintar atau tablet maupun perangkat mobile lainnya yang memang khusus untuk kepentingan medis.

Perangkat mobile Samsung yang bisa diadopsi rumah sakit dan nakes, di antaranya tablet yang dilengkapi dengan S Pen, ponsel Samsung Galaxy dengan fitur Samsung Dex, Samsung Knox Capture, S-Patch Cardio, dan Scandit yang memudahkan pemindaian data. Misalnya hasil pemeriksaan darah.

"Ini tentunya didedikasikan untuk kegiatan medis dan dilengkapi fasilitas Samsung Knox Capture untuk menjamin keamanan data," ungkap Bayu.

Ia lalu mencontohkan dokter bisa memasukkan diagnosa dengan menulis di tablet, memeriksa rekam medis, mengecek ketersediaan farmasi, membaca hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi, hingga memberikan tanda tangan dalam perangkat yang ringan serta mudah dibawa tersebut.

"Jadi, pasien dan dokter tetap bisa terhubung dengan ponsel maupun tablet, sehingga perekaman data bisa dilakukan secara praktis, saat itu juga, dan tentunya tingkat akurasi yang lebih baik," jelasnya.

Selain itu, pada tahap diagnosa, untuk pemantauan irama jantung pasien bisa menggunakan S-Patch Cardio. Sedangkan bagi nakes, perangkat mobile bisa digunakan dalam seluruh proses pengobatan hingga monitoring pasien saat mereka di rumah. "Untuk kepentingan rumah sakit, solusi ini juga akan memaksimalkan keamanan data," papar dia.

Terkait S-Patch Cardio, pada kesempatan yang sama, Direktur Multidaya Medika, Grace Wulansari Darmanto, menawarkan teknologi pemantauan irama jantung yang lebih praktis, efisien sekaligus akurat.

“Gangguan irama jantung ini berada di balik stroke dan penyakit jantung. Sebelumnya yang lazim digunakan adalah sistem monitoring yang melibatkan banyak kabel dan beratnya 800 gram. Pasien tidak nyaman dan penilaian tidak akurat karena justru pemakainya menjadi enggan bergerak sehingga monitoring tidak optimal," kata Grace.

Sementara S-Patch Cardio, lanjut dia, hanya 11 gram dan sangat praktis terhubung langsung dengan ponsel atau pun jam digital. Data kemudian dapat dengan mudah terbaca oleh dokter secara langsung.

Saat ini, S-Patch Cardio telah didaftarkan di E-Katalog sebagai harapan ke depannya akan memudahkan rumah sakit untuk membeli sehingga menghemat anggaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.