Cara Mudah Check-In PeduliLindungi Tanpa Aplikasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pandemi covid-19 yang menerpa dunia selama 2 tahun lamanya. Namun covid-19 belum berakhir, masyarakat diimbau masih terus waspada pada penyebaran virus tersebut.

Kendati begitu, untuk memberhentikan virus tersebut, masyarakat diwajibkan untuk melakukan vaksin yang sudah disediakan oleh pemerintah. Tak lepas dari vaksin saja, pemerintah memiliki cara lain yakni membuat aplikasi yang memudahkan dan mengetahui apakah orang tersebut terpapar virus tetapi dia bepergian.

Aplikasi yang dimaksud yakni PeduliLindungi, dengan adanya aplikasi itu memudahkan untuk mengetahui siapa saja yang berada di tempat itu dan berkontak langsung dengan pasien. PeduliLindungi, menjadi aplikasi yang harus dimiliki oleh masyarakat jika ingin bepergian karena membutuhkan scan QR Code jika ingin memasuki suatu tempat, ruangan dan lain sebagainnya.

Walaupun begitu, Kementerian kesehatan (Kemenkes) memberikan kemudahan kepada masyarakat jika tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi di telepon genggam anda untuk mengaksess chek-in peduli lindungi melalui webiste pedulilindungi.id.

Dikutip dari akun instagram resmi @indonesiabaik.id, Selasa (8/11), berikut cara check-in PeduliLindungi melalui website:

1. Buka lama pedulilindungi.id melalau google ataupun mobile browser
2. Kemudian registrasi terlebih dahulu dengan akun terdaftar.
3. Setelah itu pastikan profil anda sudah lengkap.
4. Klik 'check-in' di laman beranda anda.
5. Arahkan scanner ke QR Code.
6. Tunggu sampai check in berhasil.

Perlu diketahui, PeduliLindungi akan menjadi aplikasi kesehatan masyarakat Indonesia yang tidak hanya digunakan pada covid-19 saja.

"Pembaruan fitur tersebut merupakan solusi dari sejumlah kendala yang dialami masyarakat. Kendala tersebut seperti pengguna yang masih menggunakan versi android 5 ke bawah, keterbatasan memori ponsel, dan kendala akses aplikasi saat check-in seperti perlu pembaharuan ke versi yang baru," tulis @Indonesiabaik.id.

Sebagai informasi, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Indonesia akan digelar pertengahan November 2022. Kementerian Kesehatan akan memaksimalkan pelayanan bidang kesehatan untuk menyambut acara tersebut, diantaranya menyiapkan PeduliLindungi dalam 14 bahasa.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, penyiapan PeduliLindungi dalam 14 bahasa merupakan upaya memastikan para tamu presidensi G20 mendapatkan pelayanan kesehatan yang berstandar paling maksimal. Saat ini, PeduliLindungi baru tersedia sembilan bahasa.

"Untuk PeduliLindungi sudah tersedia dalam 9 bahasa, akan ditambah lagi 5 bahasa sehingga bisa dilakukan di masing-masing negara," ujar Dante dalam rapat koordinasi KTT G20 di Bali, Selasa (30/8).

Dante merinci sembilan bahasa yang sudah tersedia dalam PeduliLindungi. Yakni, bahasa Indonesia, Inggris, China, Prancis, Jepang, Rusia, Arab, Korea, dan Spanyol. Sedangkan lima bahasa yang sedang diproses mencakup bahasa Portugis, Jerman, Italia, dan Turki. [azz]