Cara MUI Yakinkan Masyarakat Tak Percaya Vaksinasi Covid-19 Mau Divaksin

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19. Dia menyoroti hingga saat ini masih ada sebagian masyarakat yang menolak vaksin.

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI KH Cholil Nafis mengatakan MUI terus mensosialisasikan 12 fatwa pengendalian pandemi Covid-19 melalui media massa dan media sosial. Di awal-awal program vaksinasi berjalan, MUI juga mengadakan vaksinasi di kantor MUI.

"Itu pertanda kita mengajak umat untuk vaksinasi," kata Kiai Cholil, Selasa (21/9/2021).

Untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi, Cholil mengatakan, pemanfaatan rumah ibadah, simpul-simpul masyarakat seperti majelis taklim, pondok pesantren, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan sekolah perlu dimaksimalkan.

"Itu bisa jadi tempat vaksinasi. Sehingga tercapai target vaksinasi 70%. Karena negara kita spiritnya adalah beragama, Ketuhanan Yang Maha Esa, perlu sentuhan-sentuhan keagamaan dan keyakinan," ujar dia.

Cholil berpendapat pemerintah perlu terus meningkatkan sosialisasi untuk bisa merangkul kelompok masyarakat yang masih menolak vaksin Covid-19. Tokoh agama agar terus terlibat memberikan pemahaman kepada masyarakat.

"Kadang perlu juga dikombinasi dengan medisnya, sehingga selain dalil-dalil keagamaan, ya ada realita yang dipaparkan fenomena science dan medis itu," imbuhnya.

Dia mengungkapkan ada beberapa kelompok masyarakat dalam menyikapi vaksin Covid-19. Kelompok pertama, melakukan apapun untuk menghindari pandemi. Kelompok kedua, tidak mau sama sekali mengikuti vaksinasi karena percaya Covid-19 dari Allah. Sehingga, kelompok itu tidak melakukan upaya-upaya sebagai manusia.

"Yang MUI dorong adalah bagaimana kita melakukan upaya-upaya medis science dengan cara vaksinasi, tapi secara bersamaan kita juga menyandarkan kepada Allah Yang Maha Kuasa yang Maha Bijaksana, dan yang punya segalanya termasuk pandemi ini adalah milik Allah SWT," ucap Cholil.

Vaksinasi di kantor MUI

Cholil mengungkapkan MUI memiliki gerakan nasional penanggulangan pandemi Covid-19 dan dampak ekonominya.

"Kami bukan hanya sosialisasi, kita melakukan vaksinasi di kantor MUI, vaksinasi di pesantren, vaksinasi di rumah ibadah, kami lakukan itu, tentu dengan keterbatasan kemampuan dan tenaga yang ada di MUI," jelasnya.

Kemudian, kata dia, MUI juga secara berkala melakukan sosialisasi melalui daring.

"Bagaimana menanggulangi pandemi ini dan bagaimana protokol kesehatan dan juga termasuk vaksinasi," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel