Cara NII Cari Dana: Nyamar Jadi ART Gasak Barang hingga Buka Donasi Bantuan Bencana

Merdeka.com - Merdeka.com - Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan mengungkap berbagai modus yang dilakukan kelompok organisasi teroris NII dalam meraup pemasukan dana untuk kegiatan organisasi tersebut.

"Di kelompok NII memang melakukan penggalangan dana," kata Ken dalam jumpa pers pada acara BNPT di, Jakarta Pusat, Senin (20/6).

Ken menjelaskan jika doktrin yang dipakai NII untuk membuat para anggotanya mau bisa meraup dana salah satunya dengan cara merampas harta orang lain. Hal itu dibenarkan NII dengan mengibaratkan Indonesia yang dalam kondisi perang.

"Kita dulu menggunakan fai atau mengambil harta orang lain. Itu diperbolehkan. Karena hari ini adalah kondisi perang," ujar Ken.

Sehingga, Ken yang dulunya mantan anggota NII menyebut jika para anggota nantinya diperbolehkan mengambil barang orang lain yang bukan dari kelompoknya. Bahkan, ada yang sampai memalsukan kartu tanda penduduk (KTP) dan ijazah.

Demi mendapatkan pekerjaan, untuk selanjutnya didaftarkan menjadi Asisten Rumah Tangga (ART) ke tempat-tempat elit di Jakarta yang bakal jadi target hartanya untuk dirampas.

"Satu hari saat majikan pergi, anaknya sekolah, kita datang bawa mobil dan ambil hartanya tersebut. Itu boleh diambil," jelasnya.

Namun cara modus tersebut kerap bermasalah dengan aparat kepolisian. Sehingga, NII turut mencari jalan lain diantaranya dengan membuat yayasan hingga membuka donasi masjid dan bencana alam.

"Modus itu dianggap berisiko, lalu mereka membuat yayasan yatim piatu, dhuafa, donasi cinta masjid hingga donasi jika terjadi bencana. Mereka aktif sekali menggunakan kegiatan sosial untuk mencari dana," paparnya.

Ken melihat imbas dari tindakan NII yang memanfaatkan kebaikan masyarakat ingin beramal akan mencoreng baik instansi yang sebenarnya dan resmi melakukan aktivitas sosial.

"Ini mencoreng nama orang yang asli mencari dana. Konsep ini juga digunakan JI dan tersebar di tempat makan hingga ibadah. Ini mencoreng nama pendana sosial," sambungnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel