Cara para "beauty vlogger" tanggapi komentar negatif

Sebagai beauty vlogger di Indonesia, Jharna Bhagwani dan Ashilla Sikado mengaku tak terpengaruh dengan komentar negatif yang mereka terima di media sosial.

“Kalau dari aku sih, pas aku baru mulai masuk industri ini, aku sudah siap untuk resikonya. Misalnya kalau aku punya followers, punya nama, pasti dilihat banyak orang dan pasti banyak yang ngejudge juga,” kata Jharna saat dijumpai di Jakarta Selatan, Kamis.

Baca juga: Jharna Bhagwani akui sempat stres karena jumlah "followers"

Selain itu, Jharna juga mengaku lebih fokus kepada dirinya sendiri dibandingkan komentar negatif yang diterimanya di media sosial. Namun, Jharna tak memungkiri bahwa dirinya tetap merasa sakit hati saat menerima komentar negatif.

I just try to focus on the positive karena kalau dibandingin tuh jauh banget. Tetap semangat untuk tujuan yang aku pengin. Kalau dapet negative comment pasti sakit ya. Karena we all a human gitu. Dan rasanya itu langsung tertuju ke kita. Tapi mereka nggak kenal kita personally,” ujar Jharna.

Di sisi lain, Ashilla juga mengaku sering menerima komentar negatif. Kendati demikian, Ashilla juga sependapat dengan Jharna. Dia memilih untuk membiarkan komentar tersebut dan fokus terhadap perkembangan dirinya dan proses yang telah dia lalui.

"Pastinya aku dulu komentar hate itu kayak makanan sehari-hari. Cuma kenapa aku bisa akhirnya ya udahlah saja, itu karena aku sih ngelihatnya kayak seiring berjalannya waktu saja gitu. Jadi aku lebih fokus ke diri sendiri saja,” ungkap Ashilla.

Baca juga: Mempercantik tampilan lipstik dengan "lip balm" ala "beauty vlogger"

“Tadinya aku selalu bacain (komentar negatif) terus sakit sendiri. Karena omongan mereka aku yang baca sendiri. Tapi kalau di posisi sekarang aku benar-benar ya udah saja. Omongan mereka malah aku jadiin video lagi, tapi lebih ke positifnya,” imbuhnya.

Ashilla dan Jharna pun mengaku sempat lelah dalam membuat konten di sosial media. Untuk mengatasinya, mereka pun tetap menikmati pekerjaannya sebagai seorang beauty vlogger.

“Kalau dibilang pernah capek, pasti pernah. Karena mungkin ada satu hari yang tiba-tiba numpuk konten. Itu ada sih rasa capek. Cuma aku enjoy. Karena basic-nya karena aku suka, jadi tetap aku jalanin,” tutur Ashilla.

"Pastinya ada harinya capek. Apalagi aku pribadi bikin konten karakter. Dan itu kadang bisa belasan jam aku filming. Tapi karena aku saking enjoynya tuh, ya sudah. Seru banget. Tapi ada harinya aku sedih, pengin ngeluh, itu wajar. Karena kita manusia. Perjalanan kan juga up and down-nya,” timpal Jharna.

Terakhir, Vanya Qinthara alias Minyo selaku founder Indonesian Beauty Vlogger mengatakan bahwa komunitasnya saling menguatkan satu sama lain saat sedang merasa sedih. Hal inilah yang membuat dirinya ingin terus menjaga komunitas beauty vlogger agar dapat mendukung satu sama lain.

“Sempat ada waktunya. Ada tahun-tahun aku melihat teman-teman aku burn out. Tapi akhirnya mereka menyadari juga kalau itu pembelajaran buat mereka. So, aku sama teman-teman beauty vlogger lainnya sebisa mungkin untuk saling dukung,” jelas Minyo.

“Kita suka DM (direct message) kadang. Nanya, ‘are you ok?’ gitu. Itu pula yang bikin aku tetep bikin komunitas tetap jalan. Kita cuma punya satu sama lain,” tutupnya.


Baca juga: James Charles kehilangan 2 juta pengikut gara-gara perseteruan vlogger

Baca juga: Tips jadi beauty vlogger ala Tasya Farasya