Cara Pemain Borneo FC Bagi Waktu Kerja dan Latihan saat Ramadhan

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemain senior Borneo FC Sultan Samma membeberkan perlunya membagi waktu dengan baik antara pekerjaan dan latihan, terutama karena pada saat yang sama harus menjalankan ibadah puasa.

Selain pemain bola, Sultan juga bekerja sebagai salah satu pegawai badan usaha milik daerah (BUMD), tepatnya di PDAM Tirta Kencana Samarinda.

"Latihan di bulan puasa ini normal saja sih. Saya kalau pagi harus ke kantor, sementara sorenya latihan di Stadion Segiri. Alhamdulilah semua bisa berjalan berdampingan," kata Sultan dikutip dari laman resmi klub, Kamis 22 April 2021.

Meskipun berpuasa, kata dia, tidak ada kendala dalam bekerja maupun latihan karena semuanya juga bagian dari ibadah. Menurut Sultan, membagi waktu antara latihan sepakbola dan bekerja sudah ia jalani sejak beberapa tahun terakhir.

Pemain PON Kalimatan Timur 2008 lalu itu mengakui menjalani latihan di saat puasa Ramadan sudah menjadi hal lumrah bagi pemain-pemain Liga 1. Apalagi, kata dia, ini bukan kali pertama skuad Pesut Etam menjalani ibadah puasa bersamaan dengan melakukan persiapan tim. Bahkan, ketika kompetisi tengah berlangsung.

Bagi dia, mengatur pola makan menjadi salah satu kunci dalam menjaga kekuatan tubuh saat berpuasa dan bekerja, sebab dengan pola makan yang benar, maka tubuh tak akan merasa lelah meski harus beraktivitas seharian.

"Mengatur pola makannya harus diperhatikan. Yang penting itu banyak minum saja waktu sebelum berpuasa. Itu penting karena kita mengeluarkan keringat di siang hari," ujar Sultan.

Ia pun mengungkapkan saat latihan sore di lapangan, ia bisa menjalankannya dengan baik, terlebih tim pelatih tak memberikan porsi latihan berat selama Ramadan.

"Tim pelatih sudah pasti memahami kondisi pemain. Jadi, programnya tidak terlalu berat dan durasi latihannya juga tidak panjang. Sebelum berbuka puasa, kami sudah selesai latihan," beber Sultan.