Cara Pengusaha Bantu Pemerintah Kembalikan Status Indonesia Jadi Negara Menengah Atas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, terdapat beberapa upaya yang akan dilakukan dunia usaha untuk membantu pemerintah mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan membantu menaikan status negara menengah bawah.

“Untuk meningkatkan kembali ekonomi Indonesia, kita harus membangun industri yang terdampak pandemi, namun sangat potensial untuk dikembangkan. Pengembangan ekonomi secara lebih merata di daerah juga perlu dilakukan,” kata Arsjad kepada Liputan6.com, Minggu (11/7/2021).

Selain itu, dunia usaha juga harus mengembangkan perekonomian nasional dan daerah dengan mempromosikan industri kreatif dan destinasi pariwisata baru yang potensial. Dimana industri pariwisata maupun turunannya seperti akomodasi dan transportasi sangat merasakan dampak dari pandemi.

"Industri ini juga sangat luas value chain dan melibatkan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Kemudian, dunia usaha juga akan mengedepankan pengembangan inclusive economy. Di mana pelaku usaha yang skalanya kecil bisa diikutsertakan dan diperluas aksesnya. Untuk itu, konteks Industri 4.0 menjadi sangat relevan dan berpotensi untuk melahirkan banyak wirausahawan baru.

“Kita juga perlu mendorong pengembangan usaha yang bernilai tambah dan berorientasi ekspor. Selama ini ekspor nasional masih didominasi oleh produk-produk komoditas. Kita perlu lebih memperhatikan aspek penambahan nilai dan keberlanjutan dari komoditas tersebut,” katanya.

Lanjutnya, dunia usaha juga harus terus mendorong implementasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai sentra pertumbuhan baru. Menurutnya, sangat perlu mengembangkan pendekatan industri dan jasa untuk mengoptimalkan KEK yang sudah berjalan.

Efisien

Asrjad Rasjid, calon ketua umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) bertemu dengan Ketua Kadin DIY GKR Mangkubumi, Minggu (23/5/2021).
Asrjad Rasjid, calon ketua umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) bertemu dengan Ketua Kadin DIY GKR Mangkubumi, Minggu (23/5/2021).

Upaya lainnya, kata Arsjad, dunia usaha perlu mengakselerasi pengembangan hard and soft infrastructure dan industri logistik nasional, untuk mendorong ekonomi yang lebih efisien dan merata.

“Infrastruktur dan logistik memang saling terkait erat. Biaya logistik menjadi mahal karena infrastruktur yang belum baik. Kita perlu mendukung kebijakan Pemerintah terkait national logistics ecosystems (NLE),” ujar dia.

Disisi lain, dunia usaha perlu mendorong investasi di usaha strategis yang berkelanjutan, termasuk pertanian, kehutanan dan kelautan. Konteksnya adalah ketahanan pangan nasional atau food security.

Arsjad menambahkan, dunia usaha juga harus mengakselerasi pengembangan sektor energi terbarukan. Seperti diketahui bersama, Indonesia masih sangat bergantung pada sumber daya fosil seperti migas dan batubara untuk memenuhi kebutuhan energinya.

“Ke depan Kadin dapat mengambil peran untuk mendorong proses energy transition yang niscaya akan terjadi,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel