Cara Perbankan Pastikan Bisnis Tetap Moncer saat PPKM Darurat

·Bacaan 2 menit

VIVA – Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021, membuat dunia usaha mengatur strategi untuk tetap bisa mempertahankan kinerjanya. Tidak terkecuali di sektor keuangan seperti perbankan.

Hal tersebut pun dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk. Sejumlah strategi dilakukan guna memastikan aktivitas transaksi nasabah nyaman dan aman tanpa perlu keluar rumah atau ke kantor layanan bank.

Direktur IT, Operation and Digital Banking BTN Andi Nirwoto mengungkapkan, BTN saat ini mengoptimalkan layanan digital banking, seperti mobile banking, internet banking serta ATM. Kapasitas server dan fitur mobile banking pun terus ditingkatkan.

“Agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh nasabah terlebih saat pemberlakukan PPKM Darurat ini. Misalnya untuk transfer, pembayaran BPJS Kesehatan, bayar PBB, listrik, PDAM dan top up dompet digital serta virtual account untuk transaksi di e-Commerce, “ kata alam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 Juli 2021.

Baca juga: BUJT Dukung Penerapan Teknologi Bayar Tol Tanpa Tap, Ada Tapinya

Dia mencontohkan, BTN juga menambah fitur Cardless Withdrawal, di mana nasabah dapat melakukan transaksi tarik tunai tanpa kartu di ATM. Ada pula layanan QRIS, fitur yang memudahkan nasabah bertransaksi dengan memindai QR Code melalui aplikasi mobile banking BTN.

Saat ini, berdasarkan data BTN, transaksi lewat e-channel seperti mobile banking makin diminati nasabah. Dibuktikan dengan total transaksi perbankan tahun lalu yang mencapai lebih dari 200 juta transaksi, dan 96 persennya dilakukan melalui e-channel, salah satunya mobile banking.

Khusus mobile banking BTN yang tahun lalu telah dipoles ulang, tercatat penambahan pengguna baru yang signifikan. Per Mei 2021, tercatat mencapai 1,63 juta pengguna atau naik 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,29 juta pengguna.

Seiring dengan peningkatan pengguna mobile banking, jumlah transaksi pun melonjak hingga 53 persen menjadi 54 juta transaksi pada bulan Mei 2021, padahal pada bulan Mei 2020 hanya mencapai 35,8 juta transaksi.

“Adapun jumlah transaksi , di mobile banking mayoritas untuk transaksi top up dompet digital seperti LInkAja, OVO dan Gopay, selain transaksi pembayaran layanan telekomunikasi” kata Andi.

Lebih lanjut kata dia, target jumlah transaksi mobile banking tahun ini dipatok dapat meningkat sekitar 20 persen dibandingkan jumlah transaksi tahun 2020. Untuk mencapai target tersebut, Bank BTN berencana mengembangkan fitur dan tampilan mobile banking BTN.

“Ke depan, kami saat ini mulai giat melakukan pengembangan internet banking BTN untuk mencapai target jumlah transaksi setidaknya 2 juta transaksi tahun ini,” kata Andi.

Sebagai informasi, posisi pengguna internet banking BTN mencapai 826.534 pengguna hingga Mei 2021. Jumlah itu naik lebih dari 97 persen dibandingkan bulan Mei 2020 yang mencapai 419.688 pengguna.

“Fitur internet banking ini rencananya akan kita perkaya karena permintaan nasabah yang cenderung lebih kompleks. Pengembangan tersebut misalnya e-deposito serta internet banking for business,” kata Andi.

Selain internet banking dan mobile banking, BTN juga gencar menjalin kerja sama penempatan pembayaran EDC dengan merchant nasional seperti Indomaret dan Alfamart. Serta merchant yang terkait dengan core business BTN dalam ekosistem properti seperti Mitra 10, Ace Hardware dan Informa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel