Cara Petugas Rawat Masjid Nabawi Kala Sepi Jemaah karena Pandemi Covid-19

Merdeka.com - Merdeka.com - Pandemi Covid-19 melanda banyak negara. Tidak terkecuali Arab Saudi. Kondisi itu pula yang membuat perjalanan ibadah haji dan umrah disetop sementara. Demi menjaga kesehatan bersama.

Dua wilayah utama yang menjadi fokus ibadah haji dan umrah yakni Makkah maupun Madinah benar-benar sepi jemaah. Karena pembatasan aktivitas di luar rumah juga berlaku untuk masyarakat setempat.

Juru bicara Masjid Nabawi, Al Ustadz Jam'an bin Abdullah al Asyiri, menceritakan bagaimana kondisi Madinah khususnya Masjid Nabawi kala pandemi. Gambaran Nabawi di awal pandemi mereka rekam dan diputarkan saat Kepala Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, Nasrullah Jasam, bersama tim Media Center Haji (MCH) 2022 berkunjung ke Maktab Riasyatul Aamma Lis Syu'un Masjid Nabawi.

Jam'an mengajak ke ruangan khusus di lantai dua di Masjid Nabawi. Tepat di atas Raudhah. Dia memutar film pendek yang merekam kondisi Masjid Nabawi selama Covid-19. Masjid sepi jemaah. Tetapi perawatan tetap dilakukan rutin. Di film itu terlihat jelas saf salat tak terisi penuh. Rak Alquran ditutup plastik agar tidak berjamur.

"Kondisi masjid walau tidak ada jemaah untuk umum, tetap bersih dan harum. Wewangian tetap tak henti untuk dipasang," kata Jam'an, Minggu (31/7).

Seiring dengan pandemi mulai mereda, Masjid Nabawi kemudian dibuka untuk salat tarawih saat bulan Ramadan tahun ini. Itupun dengan penerapan jaga jarak sangat ketat.

Di film pendek itu juga terekam saat jemaah bercucuran air mata sambil berdoa di Masjid Nabawi. "Penerapan prokes berjalan ketat. Memakai masker dan jaga jarak tidak boleh bersentuhan satu sama lainnya," kata Jam'an.

4 Tempat Ziarah Wajib Didatangi Saat di Madinah

Jam'an juga sempat bercerita bagaimana aktivitas jemaah Indonesia saat haji maupun umrah. Menurutnya, banyak jemaah Indonesia salah kaprah soal tempat-tempat ziarah di Madinah.

Sebenarnya, yang wajib dan utama didatangi jemaah untuk berziarah di Madinah ada empat tempat. Di antaranya, salat di Masjid Nabawi, kedua ziarah ke Makam Rasulullah, ketiga ziarah ke Makam Baqi dan keempat ke Masjid Quba.

"Lainnya penting. Tapi tidak utama. Jangan sibuk ziarah atau datang ke tempat selain yang empat itu, malah terlupakan ke empat lokasi itu. Jemaah harus ke Masjid Nabawi, ke makam Rasul, ke Baqi dan ke Masjid Quba," katanya.

"Lokasi lainnya tidak prinsip. Silakan saja datang, tetapi jangan melupakan salat di Nabawi dan tiga lokasi lainnya yang lebih utama," jelas dia.

Setelah melihat pemutaran film pendek yang merekam suasana Masjid Nabawi saat pandemi, rombongan ketua KUH diajak salat berjemaah di lantai dua Masjid Nabawi dan masuk ke Raudhah.

Dalam kesempatan yang sama, Nasrullah mewakili Pemerintah Indonesia berterima kasih pada seluruh pihak di Masjid Nabawi untuk kerja samanya melayani jemaah Indonesia saat berada di Madinah. Baik jemaah umrah, maupun jemaah haji seperti tahun ini.

Kerja sama tersebut, kata Nasrullah, membuat jemaah Indonesia lebih nyaman saat beribadah di Masjid Nabawi.

"Terima kasih karena sudah bekerja sama dengan baik. Jemaah bisa nyaman beribadah. Jemaah kita sangat tertib. Mudah diatur baik saat salat di Masjid Nabawi maupun di Raudhah mudah-mudahan menjadi contoh dengan jemaah lain," kata Nasrullah mengutip penjelasan Jam'an soal perilaku jemaah Indonesia.

Menurutnya, petugas di Madinah dibuat terkesan oleh jemaah Indonesia. Tetapi pihak Masjid Nabawi tetap memberikan catatan. Utamanya soal kunjungan ke tempat-tempat ziarah di Madinah.

"Jika ke Madinah, utamakan ziarah yang utama. Jangan tambahan diutamakan, yang utama dilupakan," jelasnya.

Dia juga berterima kasih pada pihak Masjid Nabawi yang memudahkan jemaah haji seluruh dunia termasuk Indonesia masuk Raudhah menggunakan tasreh atau surat izin yang sudah diunggah e-hajj maupun lewat aplikasi Eatmarna.

"Kita akan update terus jika ada perubahan. Baik umrah dan haji. Jemaah umrah sudah bisa umrah. Sudah kembali normal," tutup Nasrullah. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel