Cara PKS Lahirkan 'Soekarno-Soekarno' Muda yang Inspiratif

·Bacaan 2 menit

VIVA – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR kembali membuat lomba membaca teks proklamasi mirip suara Presiden RI pertama, Soekarno. Selain memperingati HUT RI ke-76, lomba ini dibuat PKS untuk tujuan membangkitkan semangat generasi muda di tengah pandemi COVID-19.

Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini, mengatakan lomba baca teks proklamasi mirip Soekarno merupakan salah satu program unggulan yang digelar setiap tahun. Menurut dia, acara ini terkesan sederhana tapi memiliki pesan yang tidak sederhana.

Menurut dia, masih banyak persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia meski sudah merdeka 76 tahun.

"Kami ingin rakyat Indonesia bisa betul-betul merdeka tidak hanya dari penjajah kolonial tapi juga dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kezaliman supremasi hukum, dan hal-hal lainnya," jelas Jazuli, dalam keterangannya, Jumat, 20 Agustus 2021.

Kemudian, ia menambahkan spirit proklamasi yang diperjuangkan para pendiri bangsa seperti Soekarno harus bisa mengunggah anak bangsa. Dengan rakyat terutama generasi muda yang menghargai jasa pendiri bangsa maka akan menjadi bangsa yang besar serta kuat. "Tidak hanya slogan bangsa yang tumbuh dan tangguh, melainkan memiliki komitmen mewujudkan slogan-slogan tersebut," kata Jazuli.

Pun, Presiden PKS Ahmad Syaikhu punya pesan ke Fraksi PKS. Ia berharap dengan lomba ini bisa melahirkan ‘Soekarno-Soekarno’ muda di era sekarang yang inovatif dan inspiratif.

Menurutnya, generasi muda harus menjawab tantangan untuk bisa berkontribusi terhadap negara sesuai cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

“Semoga bisa melahirkan Soekarno-Soekarno muda yang inovatif, dan inspiratif, membangkitkan semangat dan minat masyarakat generasi muda terhadap jejak perjuangan para pendiri bangsa. Kita warisi spirit mereka yang pantang menyerah," tutur Syaikhu.

Dia menyampaikan kontribusi yang bisa diberikan generasi muda yaitu dengan terus mengembangkan keterampilan dan keahlian di berbagai bidang. "Mari syukuri nikmat kemerdekaan dengan menguatkan integritas kita, semakin kreatif, dan bersinergi membangun bangsa dengan berbagai elemen," ujarnya.

Dalam grand final lomba baca teks proklamasi mirip suara Soekarno atau Bung Karno, hadir sebagai dewan juri yakni budayawan Sujiwo Tejo dan Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid.

Tejo mengapresiasi gelaran kreatif ala Fraksi PKS. Ia bahkan menyarankan agar lomba ini ke depannya diikuti peserta dari berbagai latar belakang, dan tidak dibatasi jenis kelamin serta usia. "Tidak harus mirip Bung Karno, yang penting sama-sama menggetarkan seperti suara Bung Karno." tutur Tejo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel