Cara Ridwan Kamil Cegah Pasien Isoman Meninggal

·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan kasus pasien COVID-19 yang meninggal terjadi pada mereka yang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena masih minimnya penanganan.

"Betul, makanya kalau membicarakan presentase itu jabar selalu punya potensi paling banyak karena penduduknya juga 50 juta," ujar Ridwan Kamil, Selasa 13 Juli 2021.

Ridwan Kamil menerangkan, hasil rapat dengan kepala daerah, pengawasan melibatkan RT RW dan Babinkabtimas maupun Babinsa dirutinkan kepada warga setempat yang menjalani isolasi mandiri.

"Supaya bisa tahu isoman yang di Jawa Barat ini kondisinya membaik atau memburuk," katanya.

"Jangan sampai baru paham ada warganya yang meninggal dunia di rumah, itu arahan saya mulai kemarin agar rutin keliling ke yang isoman," tambahnya.

Ridwan Kamil menerangkan, untuk meminimalisir potensi itu, distribusi obat - obatan dan Bantuan Sosial (Bansos) dimaksimalkan. "Ngomongin bansos paling banyak, kemudian ngomongin yang harus divaksin juga banyak sehingga dalam kondisi begini jumlah yang punya potensi fatalitas juga sedang meningkat," terangnya.

"Walaupun secara presentase fatality rate di Jawa Barat itu sekarang masih di bawah Nasional yaitu 1,43 persen, nah itulah maka supaya tidak banyak pasien isoman yang meninggal dunia, kita ada obat gratis," tambahnya.

Baca juga: Sehari, 8 Warga Isoman di Yogyakarta Meninggal Dunia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel