Cara Sederhan Hindari Pandemi COVID-19, Jangan Lupa 3M

Syahdan Nurdin, naominkp-771
·Bacaan 5 menit

VIVA – Saat ini, penyebaran virus COVID-19 masih berlangsung di Indonesia. Tak heran apabila pemerintah terus berupaya dalam menekan penyebaran virus tersebut dengan semaksimal mungkin.

Hal tersebut dilakukan dengan menghimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk menerapkan perilaku hidup disiplin dengan 3M, yakni menjaga jarak, menggunakan masker, serta mencuci tangan.

Protokol kesehatan tersebut harus terus dibiasakan dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia agar virus COVID-19 dapat benar-benar ditekan penyebarannya.

Hal ini sendiri perlu diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari secara menyeluruh, mengingat Indonesia masih berada di tengah pandemi seperti saat ini.

Pasalnya, masyarakat di Indonesia sendiri masih kurang disiplin dalam menjaga jarak, menggunakan masker, maupun mencuci tangan. Untuk itu, bagi mereka yang sudah menerapkan 3M sangat penting untuk turut memberikan anjuran dan ajakan agar orang lainnya juga dapat menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Lantas seperti apa sebenarnya 3M itu? Apakah hanya sekadar menjaga jarak, menggunakan masker, kemudian mencuci tangan saja? Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menyimak penjelasan lengkapnya pada ulasan di bawah ini.

Kenali Dulu Apa Itu 3M
3M (menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan) merupakan 3 perilaku disiplin yang dilakukan untuk menurunkan risiko penularan COVID-19. Hal ini berarti perilaku tersebut bukan berarti dapat dilakukan dengan ala kadarnya saja.

Terdapat beberapa aturan yang harus diketahui dan dilaksanakan dengan baik dan tepat agar pencegahan penularan virus dapat dilakukan dengan maksimal. Perilaku 3M yang pertama tersebut adalah menjaga jarak. Ini merupakan perilaku paling utama yang wajib diterapkan.

Penerapan menjaga jarak sendiri dapat dilakukan dengan cara menghindari kerumunan, yakni dengan minimal jarak 1 meter. Dengan menerapkan perilaku tersebut, maka dapat meminimalisir risiko penularan maupun penyebaran virus COVID-19 sampai pada angka 85 persen.

Perilaku selanjutnya yang perlu diterapkan pada 3M adalah dengan memakai masker. Masyarakat Indonesia sendiri terbilang masih belum cukup disiplin dalam mengenakan masker.

Padahal, keberadaan masker di sini dapat menghindarkan seseorang dari risiko tertularnya COVID-19. Untuk masker tersebut, masyarakat dapat memilih masker kain sebagai salah satu solusinya.

Berdasarkan penelitian Internasional, penggunaan masker kain tersebut mampu menurunkan risiko penyebaran virus sampai 45 persen. Jika ingin lebih baik lagi, maka seseorang dapat menggunakan masker bedah yang dapat menekan risiko penularan virus COVID-19 sampai 70 persen.

Kemudian seseorang wajib mengenakannya dengan tepat agar penggunaan masker tersebut dapat menjadi penghalang bagi virus untuk menular pada tubuh manusia.

Selanjutnya adalah mencuci tangan. Ini merupakan langkah 3M yang perlu dilakukan dengan sangat disiplin. Berdasarkan anjuran WHO, seseorang sangat dianjurkan untuk mencuci tangan dengan memakai sabun maupun antiseptic.

Proses mencuci tangan tersebut baiknya dilakukan mulai dari 20 sampai 30 detik dengan langkah-langkah yang tepat. Jika menjumpai tempat yang tidak tersedia air, maka Anda dapat menggantinya dengan memakai cairan yang mengandung setidaknya 60% alkohol, contohnya hand sanitizer.

Agar lebih jelas lagi, simak poin-poin penting tentang panduan penerapan 3M pada ulasan di bawah ini.

Panduan Penerapan 3M (Menjaga Jarak, Menggunakan Masker, Mencuci Tangan)
Penerapan 3M yang baik dan benar laman resmi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menginformasikan langkah-langkah yang baik dan benar dalam menerapkan perilaku 3M untuk mencegah penularan virus Corona, yakni sebagai berikut:

1. Menjaga jarak
Panduan dalam menjaga jarak di sini berarti Anda perlu menjaga jarak fisik lebih dari 1 meter dengan orang lain. Aturan jaga jarak yang satu ini bisa disebut dengan physical distancing guna mencegah menularnya virus COVID-19.

Untuk itu, wajib bagi Anda untuk menekankan pada diri sendiri untuk senantiasa menjaga jarak.

Adapun beberapa panduan menjaga jarak harus lebih diperketat guna melindungi orang yang memang berisiko untuk tertular. Yakni mereka yang sudah memasuki usia 60 tahun, memiliki riwayat penyakit penyerta seperti jantung, kanker, diabetes, asma, dan lain sebagainya.

Kemudian, apabila Anda mengalami gejala seperti batuk kering, kelelahan, demam, maka ada baiknya untuk melakukan isolasi diri.

2. Menggunakan masker
Wajib bagi masyarakat untuk mengenakan masker, terlebih saat mereka ingin melakukan aktivitasnya di rumah. Sebelum memakainya sendiri, seseorang sangat dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Lakukan hal tersebut minimal 20-30 detik.

Barulah kemudian Anda dapat menggunakan masker dengan tangan yang memang sudah benar-benar bersih. Kemudian, apabila di sekitar Anda tidak tersedia air maka ganti dengan menggunakan cairan pembersih tangan/hand sanitizer dengan minmal kandungan alkohol sebanyak 60%.

Lantas, untuk pemakaian masker sendiri sangat penting diperhatikan agar pengggunaannya efisien sebagai upaya menjegah penularan virus. Pastikan Anda menggunakan masker dengan menutupi hidung beserta mulut. Selanjutnya, pastikan juga tidak ada sela antara masker dengan wajah. Saat masker sudah digunakan jangan menyentuh masker tersebut.

Jika Anda ingin menyentuhnya untuk membenarkan posisi masker tersebut, maka sangat penting untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Kemudian, jangan membuka tutup masker apabila sudah digunakan. Sangat penting juga bagi Anda untuk segera mengganti masker yang basah/lembab dengan masker yang baru.

3. Mencuci tangan
Untuk panduan mencuci tangan sendiri, Anda bisa memulainya dengan menyabunkan seluruh tangan. Gosok semua permukaan tangan, tak terkecuali telapak, punggung, sela-sela, sampai kuku tangan dengan waktu minimalnya 20-30 detik. Selanjutnya, bilas tangan yang sudah disabun tersebut menggunakan air mengalir.

Jika sudah bersih, Anda dapat mengeringkan tangan memakai kain kering yang bersih maupun tisu pengering tangan. Jangan lupa juga untuk segera membuang tisu ke tempat sampah setelah digunakan.

Sebagai panduan lebih lanjut, sangat diwajibkan bagi Anda untuk menerapkan cuci tangan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Seperti dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun. Hal ini terutama saat sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah ke kamar mandi, maupun seusai bersin dan batuk.

Ada baiknya, Anda juga membiasakan mencuci tangan memakai sabun setelah beraktivitas di luar rumah maupun sebelum masuk ke ruangan/tempat lain.

Apabila Anda tidak mendapati sabun dan air di tempat-tempat tertentu, maka Anda bisa menyiasati cuci tangan dengan memakai pembersih tangan dengan kandungan alkohol minimal 60%.

Penerapan 3M di atas tentu sangat penting untuk digalakkan. Mengingat Indonesia masih mendapati kasus penularan COVID-19 yang begitu meresahkan. Untuk itu, sebagai warga negara yang baik sangat penting untuk turut serta dalam penerapan 3M.

Terlebih, panduan 3M ini sendiri tidaklah terlalu sulit untuk dilakukan. Dengan panduan yang sudah dijelaskan di atas, tentu tidak ada alasan lagi bagi seseorang untuk tidak menerapkan 3M agar pencegahan penularan virus juga dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dengan begitu, kasus demi kasus tidak akan bertamah lagi di Indonesia.

Untuk itu, yuk disiplinkan diri dengan menerapkan 3M dalam aktivitas sehari-hari. Yakni dengan disiplin menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan rutin.