Cara Semarang Kelola Masalah Sampah

Merdeka.com - Merdeka.com - Sampah merupakan permasalahan kompleks masyarakat dunia, dan Indonesia khususnya. Semarang merupakan salah satu kota penghasil sampah terbesar di Indonesia, ibu kota Jateng ini menghasilkan sekitar 1.270 ton sampah per hari dan sekitar 900 ton di antaranya dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) setiap hari. Namun sebagian kecil dari sampah yang didaur ulang.

Pemkot Semarang berusaha menekan masalah pengelolaan sampah ini dengan meluncurkan berbagai kebijakan dan inisiatif. Antara lain, program kantong plastik berbayar untuk meminimalkan jumlah sampah plastik, menetapkan jalur khusus untuk truk sampah, dan memasukkan pengolahan sampah ke dalam Proyek Energi Listrik kota di TPA Jatibarang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Bambang Suranggono memberikan apresiasi kepadaYayasan Bina Karta Lestari (Bintari) dan Dow Indonesia untuk membantu program Pemkot dalam mengatasi masalah sampah. Bantuan itu melalui sejumlah program pengelolaan sampah di enam desa dalam rentang waktu 1,5 tahun mulai April 2022 sekaligus mempromosikan ekonomi sirkular di Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang memberikan apresiasi kepada Bintari dan Dow Indonesia atas inovasi mereka dalam menyelenggarakan program pendampingan bank sampah di enam desa Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R)," ujar Bambang, Jumat (14/5).

"Pendampingan bank sampah dan TPS3R merupakan salah satu kunci dari program unggulan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang di tahun 2022, yakni Program GERAI ESHPE (Gerakan Implementasi Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah Hulu Perkotaan)," tambah dia.

Riswan Sipayung, Presiden Direktur Dow Indonesia berharap inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga dari 180 kg menjadi 360 kg per hari melalui kolaborasi dengan enam unit TPS3R, yang masing-masing terdapat di setiap desa.

Keenam TPS3R tersebut adalah TPS3R Resik Mandiri di Desa Sambiroto, TPS3R Kampung Pilah Sampah di Desa Mangkang Kulon, TPS3R Sendang Mulyo di Desa Sendang Mulyo, TPS3R Sido Rahayu di Desa Purwosari, TPS3R Polaman di Desa Polaman, dan TPS3R Gemah di Desa Gemah.

"Program ini antara lain berisi kegiatan edukasi pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah
kepada 1.000 keluarga yang tinggal di enam desa tersebut," kata dia.

Amalia Wulansari, Direktur Eksekutif Bintari, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat penting. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang aktif dan berkesinambungan agar mereka benar-benar memahami pentingnya pengelolaan sampah, mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga.

"Kami berharap kerja sama ini dengan dukungan dari Pemerintah Kota Semarang dapat mendorong sinergi antar pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, bank sampah dan operator, hingga TPS3R untuk mencapai tujuan bersama dalam mengatasi permasalahan sampah di Semarang," kata dia. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel