Cara Semen Indonesia Kelola Pembangunan Rumah Tinggal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ikut memperhatikan kondisi lingkungan saat ini, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengaku memiliki sejumlah solusi terkait pembangunan rumah tinggal.

Hal ini disampaikan Direktur Enjiniring and Proyek SIG, Tri Abdisatrijo. Dalam pemaparannya, Ia menyebut adanya produk yang mampu membuat pembangunan rumah lebih cepat, yakni Dynahome.

"Dynahome ini rumah instan monolitik yang bisa dilakukan serah terima dalam 7 hari dan pembangunan konstruksi dinding atap dalam 24 jam," ujar dia dalam Webinar bersama Kementerian PUPR, Kamis (28/10/2021).

Tak hanya itu, Ia menyebut Dynahome bisa menghasilkan tiga kali lebih banyak unit rumah dibandingkan metode konvensional, sehingga lebih hemat dari berbagai sisi.

"Metode ini juga lebih hemat tenaga kerja sampai dengan 40 persen. Lalu kedap suara sampai 48 disible. Pemanfaatan denah home juga telah didukung oleh Kementerian PUPR," ujarnya.

Selain Dynahome, terdapat juga produk lain yakni Dynamix Masonry. Produk ini digunakan untuk pekerjaan non struktural karena memiliki proporsi 60 persen untuk rumah tinggal.

"Dynamix Masonry juga sudah memenuhi standar SNI dan mengurangi penggunaan CO2 sampai 20 persen. Semen ini juga lebih pulen jadi bisa lebih ekonomis dan efisien hingga 15 persen," tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jurus Genjot Ekspor

@PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)
@PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)

Sebelumnya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memiliki rencana jangka pendek dan panjang untuk meningkatkan performa perusahaan termasuk melalui ekspor. Hal ini seiring kerja sama dengan perusahaan asal Jepang Taiheiyo Cement Corporation (TCC).

Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Semen Indonesia Tbk, Fadjar Judisiawan menegaskan, salah satu strategi yang akan dijalankan ialah meningkatkan ekspor ke pasar global.

"Ada beberapa memang, dalam perjanjian ini kami juga akan melakukan eskpor minimal satu tahun 500 ribu ke pasar Amerika Serikat. Ini tentu saja tak menutup kemungkinan untuk pasar-pasar yang lain," kata Fadjar, Rabu, 4 Agustus 2021.

Untuk jangka menengah, Fadjar menuturkan, bila pihaknya dan TCC akan mengembangkan proses RnD sehingga produk yang diciptakan lebih ramah lingkungan.

"Yang kedua secara jangka menengah ada proses RnD kita akan mencoba melakukan kolaborasi jadi apapun proses yang dilakukan di sana tentunya lebih ramah lingkungan," tutur dia.

Tak hanya itu, TCC menurut Fadjar telah mengarah pada teknologi zero carbon. Oleh karena itu, PT Semen Indonesia Tbk juga akan mengaplikasikan teknologi terbaru yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

"Jangka panjang kita juga akan melakukan erjasama bisnis di sumber daya. Itu semua akan kita lakukan dengan TCC sehingga bisa menjadi hal positif untuk Semen Indonesia,” tuturnya.

Reporter: Dian Tami K

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel