Cara Ternak Belut Sawah Agar Dapat Untung Besar, Mudah Dilakukan

Liputan6.com, Jakarta Cara ternak belut sawah perlu diketahui bagi kamu yang hendak membudidayakan belut sawah. Belut merupakan jenis ikan air tawar yang salah satu jenisnya dapat ditemui di sawah. Sekilas belut memiliki tampilan mirip ular yang menggelikan. Di balik tampilannya yang kurang menarik, belut banyak diolah sebagai makanan lezat. 

Belut kaya nutrisi seperti protein, zat besi dan vitamin. Rasa dagingnya yang gurih juga menjadi favorit banyak orang. Ini yang membuat banyak orang menerapkan cara ternak belut sawah.

Cara ternak belut sawah bisa dilakukan di rumah atau lahan apapun yang tersedia. Cara ternak belut sawah ini tergolong mudah bagi pemula sekalipun. Belut bisa hidup di lumpur dengan sedikit air. Kemampuan bertahan hidup belut yang baik membuat cara ternak belut sawah dapat dengan mudah dilakukan.

Cara ternak belut sawah yang baik perlu memerhatikan tempat budidaya, pemilihan bibit, makanan, hingga cara memanen. Berikut cara ternak belut sawah bagi pemula, dirangkum Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (19/11/2019).

Memilih bibit belut sawah

Cara Budidaya Belut (iStockphoto)

Bibit belut sawah bisa didapatkan dari hasil budidaya atau menangkap langsung di sawah. Pemilihan bibit belut nantinya akan menentukan hasil dari panen. Kedua jenis belut ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Belut sawah yang ditangkap langsung dari sawah terkadang memiliki luka atau trauma yang didapat dari cara menangkapnya. Ukuran yang didapat pun bisa tidak seragam. Namun, belut hasil tangkapan sendiri dipercaya rasanya lebih lezat dan harga jualnya dapat lebih tinggi.

Sementara itu, bibit hasil budidaya dapat dengan mudah ditemukan di pusat perikanan. Bibit belut hasil budidaya dapat dibeli dalam jumlah banyak dengan ukuran seragam. Pastinya, bibit jenis ini lebih praktis dan efisien. Namun, bibit dari hasil budidaya harganya bisa lebih rendah dari bibit hasil tangkapan sendiri.

Penting untuk memilih bibit belut dengan ukuran sama besar. Ini dapat meminimalisir tingkat kanibalisme sesama belut.

Menyiapkan tempat budidaya belut

Budidaya belut di lampung

Belut adalah predator ganas di lingkungan rawa dan sawah. Hewan ini dapat mengambil oksigen langsung dari udara dan mampu hidup berbulan-bulan tanpa air, asalkan lingkungannya tetap basah. Cara ternak belut sawah bisa dilakukan di kolam permanen maupun semi permanen.

Belut bisa hidup di daerah dengan iklim apapun. Belut bisa dibudidayakan di media lumpur di kolam atau tong. Belut bisa juga dibudidayakan di air jernih. Jika Anda akan menggunakan kolam dengan air jernih, maka harus dibuat sebuah sirkulasi air yang baik.

Hal itu agar bisa mengatur kadar pH di dalam air yang pastinya akan terganggu karena adanya pengeluaran lendir dari tubuh belut. Sirkulasi yang bagus akan membuat kadar oksigen di dalam kolam menjadi stabil dan air tetap jernih.

Membuat media pertumbuhan belut

Belut adalah binatang yang mengeluarkan lendir, hal ini dikarenakan mekanisme tubuh untuk melindungi dirinya yang terbilang sensitif. Lendir yang keluar dari belut ini secara terus-menerus dapat mempengaruhi tingkat keasaman air atau pH air di kolam.

Air harus segera diganti jika pH sudah mencapai angka 7. Budidaya belut harus dilengkapi dengan sirkulasi air yang memadai. Meski bisa hidup di air jernih sekalipun, belut akan berkembang cepat di media berlumpur. Anda bisa mencoba membuat kolam lumpur sendiri dengan bahan sederhana.

Siapkan lumpur sawah, kompos, sekam padi, pelepah pisang, jerami, dan mikroba dekomposer. Bersihkan kolam lalu masukkan jerami setinggi 20 cm. Masukkan pelepah pisang dan tambahkan campuran pupuk kandang, mikroba dekomposer dan kompos.

Tambahkan lumpur sawah dan diamkan selama 1-2 minggu hingga terfermentasi. Setelah didiamkan alirkan air bersih setidaknya selama 3-4 hari agar racun yang ada hiang.

Terakhir, tambahkan air bersih sampai menggenangi kolam paling tidak 5 cm. Setelah media tumbuh siap, Anda bisa mulai menebar bibit belut ke dalamnya.

Pemberian makanan belut sawah

Di habitat aslinya, belut memakan ikan kecil, cacing, hingga krustasea. Untuk belut anakan Anda bisa memberi pakan hidup seperti cacing, larva ikan, atau larva serangga. Sedangkan untuk belut dewasa Anda bisa memberikan katak, ikan, yuyu, bekicot, atau keong.

Pemberian pakan hidup ini bisa dilakukan 3 kali sehari. Pelet juga tersedia untuk belut untuk 2-2 kali setiap hari. Pemberoan makanan belut paling efektif di malam hari karena belut merupakan hewan nokturnal.

Pemanenan belut sawah

ilustrasi belut/copyright By AS Food studio from Shutterstock

Belut tak memiliki batas atau ukuran panen. Belut dalam ukuran apa saja bisa dipanen dan dinikmati. Namun agar panen yang didapati dalam jumlah maksimal, maka bisa melakukan panen setelah 3 hingga 4 bulan masa pemeliharaan.

Belut merupakan hewan hermaprodit, dimasa muda merupakan belut betina dan bersarang di lubang untuk meletakkan telur-telurnya pada busa-busa di air yang dangkal. Jika telur menetas, keluarlah belut muda yang semuanya betina. Dalam usia lebih tua perkembangan berikutnya, akan menjadi belut jantan.

Belut berkualitas baik bisa dijadikan indukan untuk menghasilkan bibit-bibit baru selanjutnya. Panen bisa dilakukan setiap hari dengan memilih berbagai ukuran. Anda bisa memanen belut satu persatu atau langsung dalam jumlah banyak sekaligus.