Cara Ternak Ikan Cupang di Rumah, Bisa untuk Koleksi atau Komersial

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Ternak ikan cupang menjadi tren, khususnya di masa pandemi COVID-19. Banyak orang mencari informasi perihal cara ternak ikan cupang yang baik dan benar.

Ikan cupang merupakan satu di antara jenis ikan hias aduan yang memiliki corak serta bentuk ekor yang bagus.

Itulah mengapa, tidak heran banyak kalangan yang memelihara ikan ini di rumah, baik sebagai hiasan atau memang hobi beternak jenis ikan hias yang satu ini.

Selain untuk koleksi pribadi, cara ternak ikan cupang juga digunakan untuk budidaya. Pasalnya, di masa pandemi COVID-19, para pengepul atau pedagang ikan cupang mampu meraup untung yang berlipat.

Berikut cara ternak ikan cupang di rumah, disadur dari Liputan6, Rabu (21/7/2021).

1. Memilih Indukan Ikan Cupang

Ilustrasi ikan cupang. (Photo by jcomp on Freepik)
Ilustrasi ikan cupang. (Photo by jcomp on Freepik)

Sebelum pengembangbiakan atau pemijahan dilakukan, Anda harus memastikan indukan jantan dan betina sudah masuk fase matang atau siap dikawinkan.

Untuk membedakan mana ikan cupang yang jantan dan betina, Anda dapat melihat ciri-cirinya. Cupang jantan memiliki ciri-ciri gerakan lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warnanya cerah, dan tubuhnya lebih besar.

Sedangkan cupang betina memiliki ciri-ciri gerakan lebih lamban, sirip dan ekor lebih pendek, warnanya kusam dan tubuhnya lebih kecil.

Adapun ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin, bisa dilihat berikut ini:

Cupang jantan

  • Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif

  • Bentuk badan panjang

  • Gerakannya agresif dan lincah

  • Berumur setidaknya 4-8 bulan

Cupang betina

  • Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik

  • Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit

  • Gerakannya lambat

  • Berumur setidaknya 3-4 bulan

2. Pemijahan atau Pengembangbiakan Ikan Cupang

Ilustrasi ikan cupang. (Photo by jcomp on Freepik)
Ilustrasi ikan cupang. (Photo by jcomp on Freepik)

Cara ternak ikan cupang selanjutnya adalah proses pemijahan. Setelah Anda mendapatkan indukan jantan dan betina yang siap kawin, sediakan wadah berupa baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm.

Lalu, jangan lupa juga menyiapkan gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti kiambang.

Ikan cupang akan menghasilkan 1000 butir telur setiap kali kawin. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan.

Tetapi, dari 1000 butir telur tersebut, biasanya yang dapat dipanen hanya 30-50 ikan cupang yang hidup karena tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi.

Indukan jantan bisa dikawinkan hingga delapan kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja.

Cara Ternak Ikan Cupang dalam Tahap Pemijahan

Ilustrasi ikan cupang. (Photo by Cuong Nguyen on Pixabay)
Ilustrasi ikan cupang. (Photo by Cuong Nguyen on Pixabay)

1. Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm.

Sebagai catatan, gunakan air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama satu malam. Hindari penggunaan air dalam kemasan atau air yang berbau kaporit.

2. Tambahkan kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat burayak (anak ikan yang masih kecil) berlindung.

Penempatan tanaman air jangan terlalu padat karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.

3. Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin.

Biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi.

Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina, tetapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan gelas plastik bening (bekas gelas air mineral) dan benamkan ke dalam akuarium di mana ikan jantan berada.

4. Setelah indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina.

Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 14.00-18.00. Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.

Ilustrasi iIkan cupang. (sumber: Pixabay)
Ilustrasi iIkan cupang. (sumber: Pixabay)

5. Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang jantan.

Dengan mulutnya, si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tidak diangkat, telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.

6. Setelah kurang lebih satu hari, telur-telur tersebut akan menjadi burayak.

Selama tiga hari ke depan, burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.

7. Setelah tiga hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina atau daphnia).

Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.

8. Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas.

Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk.

9. Setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya.

Kemudian pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Husnul Abdi/Editor: Rizky Mandasari. Published: 27/3/2021)

Yuk, baca artikel cara lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel