Cara Unik Presiden Jokowi Memilih Kapolri

Syahrul Ansyari, Reza Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyebut nama calon Kapolri yang beredar di media masih sebatas spekulasi. Dia memastikan Presiden Jokowi belum mengirim surat berisi nama ke DPR.

Menurut Mahfud, belum ada yang tahu juga siapa pengganti Kapolri Jenderal Idham Aziz tersebut. Mahfud pun membocorkan cara khas yang biasa dilakukan oleh Presiden Jokowi dalam memilih pejabat seperti Kapolri.

Mahfud mengungkapkan, Jokowi biasanya meminta lima draf surat pengusulan nama yang berbeda. Hal itu diungkapkan Mahfud dalam akun Twitternya baru-baru ini.

"Cara khas yang sering dilakukan Presiden dalam memilih pejabat: Meminta dibuatkan 5 draf surat pengusulan yang berisi nama-nama yang berbeda," kata @mohmahfudmd.

Baca juga: Nama Komjen Listyo Disebut Dikirim Jokowi, DPR: Belum Ada

Kemudian, dari lima surat itu Presiden Jokowi hanya menandatangani satu surat nama saja. Sementara surat yang berisi nama-nama lain, menurut Mahfud, akan diabaikan oleh sang presiden.

"Pada saat yang tepat beliau tanda tangani salah satu sedangkan draf surat yang tidak ditandatangani dimusnahkan," ujarnya.

Cara demikian membuat hanya presiden sendiri yang tahu siapa nama pejabat yang dipilihnya nanti. Sehingga orang-orang baru tahu nama tersebut setelah ada pengumuman dari presiden.

"Jadi tak ada yang tahu kecuali setelah diumumkan secara resmi," kata Mahfud. (ase)