Cara Uwitan Jogja buat kriya furnitur lokal jadi primadona

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Uwitan asal Yogyakarta, Aji Akbar Titimangsa, membagikan cerita uniknya membangun kepercayaan pasar dalam negeri untuk menjadikan kriya furnitur karya perajin lokal menjadi primadona.

Menariknya sedari awal fokus untuk mengembangkan UMKM itu di 2015, Aji benar- benar memanfaatkan kanal digital untuk memasarkan produk- produk tersebut.

"Kami hadir untuk menumbuhkan rasa percaya diri para perajin lokal itu, bahwa produk mereka itu bagus dan ada pasarnya di dalam negeri. Karena sejauh ini kalau industri 'kraft' ketika ditanyai pembelinya untuk ekspor atau lokal, pemikiran yang tercipta di para perajinnya itu untuk para pembeli ekspor di bagus- bagusin tapi yang lokal biasa aja. Ini yang mau kita ubah," kata Aji dalam sesi diskusi bersama media di Experience Center Uwitan Jogja, Rabu.

Baca juga: Mensos Risma: Produsen kerajinan harus tahu selera pasar

Awalnya Uwitan Jogja berjualan melalui media sosial, namun akhirnya mereka memutuskan untuk merambah pasar yang lebih luas dengan membuat situs web hingga bergabung ke ekosistem e-commerce termasuk Tokopedia.

Beberapa hasil kriya furnitur yang dijual dan dipamerkan di Uwitan Jogja, Rabu (15/6/2022) (ANTARA/Livia Kristianti)
Beberapa hasil kriya furnitur yang dijual dan dipamerkan di Uwitan Jogja, Rabu (15/6/2022) (ANTARA/Livia Kristianti)

Aji mengaku dirinya merasa sangat terbantu dengan banyak fitur yang dihadirkan oleh Tokopedia terutama untuk mempromosikan barang-barangnya di beberapa kampanye belanja seperti "Waktu Indonesia Belanja".

Menurutnya, setiap mengikuti kampanye tersebut penjualannya baik yang melalui harga promosi maupun harga normal terpantau terus meningkat di bandingkan hari biasanya.

Baca juga: Luhut dukung UMKM dalam Pameran Adi Wastra Nusantara

Melalui kanal daring itu pun Uwitan tumbuh semakin besar dan kini terus mengembangkan lebih banyak inovasi untuk menjaga kepercayaan pembelinya.

Adapun kini Uwitan sudah menjangkau sebanyak 50 perajin kriya mebel lokal yang tersebar di Tegal, Cirebon, Yogyakarta, Pemalang, dan Surabaya.

Dengan mengedepankan bahan lokal seperti pinus, rotan, serta mahoni yang telah tersertifikasi "Indonesian Legal Wood", Uwitan berencana untuk hadir sebagai salah satu pilihan furnitur buatan anak bangsa dan menjadikannya primadona di negeri sendiri.

Ke depannya Uwitan Jogja akan mengeksplorasi desain dan motif yang akan memprioritaskan kearifan lokal dan kini tengah dalam tahapan pengembangan.

Baca juga: Kemenparekraf gelar Bisa Fest di sentra kerajinan gerabah Lombok Barat

Baca juga: Kebangkitan perajin serat alam di Kulon Progo

Baca juga: Kerajinan resam Jambi langkah atasi ketergantungan pada sawit

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel