Cara Warga Keturunan Tionghoa Peringati HUT RI dan Hari Konstitusi

·Bacaan 2 menit

VIVA - Seorang warga keturunan Tionghoa, Bob Bee Builder, punya cara tersendiri dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-76 dan hari konstitusi. Dia keliling ke sejumlah tempat di Jambi dengan menggunakan pakaian pejuang dan bersepeda onthel.

“Tetap terapkan protokol kesehatan, dengan berpakaian ala pejuang dan bersepeda onthel, kemarin dan hari ini saya keliling kota Jambi untuk menyemarakkan HUT RI Ke-76 dan mensosialisasikan Hari Konstitusi Indonesia,” kata Bob Bee kepada wartawan, Rabu, 18 Agustus 2021.

Selain itu, Bob Bee yang juga seorang pengusaha sekaligus pegiat media sosial juga melakukan berbagai kegiatan sosial seperti borong produk UMKM Kota Jambi untuk diberikan kepada masyarakat yang memerlukan.

Bob Bee lantas menempelkan sticker merah putih pada toko-toko atau lapak pedagang yang menjual produk UMKM setelah memborong semua produknya, sebagai tanda bagi masyarakat untuk mengambil produk UMKM gratis, sesuai kebutuhannya.

“Benar, sticker NKRI sebagai tanda produk UMKM yang saya borong, gratis bagi masyarakat yang membutuhkannya,” kata pria bertubuh kekar tersebut.

Baca juga: Filosofi dan Makna Logo HUT RI Ke-76

Tak hanya itu saja, Bob Bee juga membagi-bagikan door prize berupa uang tunai bagi warga masyarakat yang mampu menjawab pertanyaan seputar HUT RI dan hari konstitusi Indonesia.

Dia menuturkan tidak sedikit warga Jambi yang belum mengetahui sejarah Hari Konstitusi khususnya fungsi dan tujuan konstitusi bagi NKRI.

“Jujur, banyak yang tidak tahu apa itu Hari Konstitusi Indonesia, fungsi dan tujuannya apa. Saya jelaskan dengan lugas bahwa konstitusi adalah jiwa sekaligus pondasi arah tujuan bangsa dan negara kita, alat kontrol serta penentu hak dan kewajiban negara, abdi negara, warga negara,” tutur Bob Bee.

Tepat sehari setelah perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Konstitusi Indonesia yang jatuh pada hari ini, Rabu, 18 Agustus 2021.

Hari Konstitusi Indonesia ditetapkan melalui Keppres nomor 18 tahun 2008 tentang Hari Konstitusi yang ditandatangani oleh Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Lebih dari setengah abad lalu tepatnya 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) telah menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) sebagai Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penetapan Konstitusi tersebut merupakan suatu kesatuan dengan Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang menjadi tonggak sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel