Cari Alien, NASA Bakal Menghadapi Teror 7 Menit

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pesawat luar angkasa Hope milik Uni Emirat Arab (UEA) telah sampai di Mars pada 8 Februari lalu. Sehari kemudian, China dengan Tianwen-1 ikut menyusul. Tinggal beberapa hari lagi perwakilan Amerika Serikat, Perseverance juga ikut sampai di planet Merah, bergabung dalam pertempuran pencarian alien.

Tidak seperti misi NASA sebelumnya, yang mencakup penjelajah Curiosity, Perseverance diluncurkan dengan tujuan mencari kehidupan. Ilmuwan percaya Mars pernah menyerupai Bumi, yang memiliki iklim panas dan lembap serta air yang mengalir.

Dalam kondisi ini, mikroba mungkin telah berkembang. Perseverance bisa menjadi satu-satunya yang menemukannya. NASA mengatakan, Mars 2020 Perseverance Rover akan mencari tanda-tanda kehidupan mikroba purba, mendorong NASA untuk mengeksplorasi masa lalu planet tersebut.

"Penjelajah memiliki bor untuk mengumpulkan sampel inti batuan dan tanah Mars, kemudian menyimpannya dalam tabung tertutup untuk diambil oleh misi masa depan yang akan membawa mereka kembali ke Bumi untuk analisis yang lebih rinci," kata NASA.

Dilansir dari Express, Selasa 16 Februari 2021, penjelajah juga akan menguji teknologi baru yang dapat membantu membuka jalan bagi eksplorasi di planet tetangga Bumi ini, termasuk Mars Helicopter Ingenuity, yang akan mencoba penerbangan pertamanya di Mars.

Perseverance diluncurkan di atas roket United Launch Alliance (ULA) pada 30 Juli 2020, dan telah menempuh perjalanan lebih dari 288 juta mil dari Bumi. Rover akan mendarat pada 18 Februari 2021, pukul 20:55 GMT atau 19 Februari pukul 03:55 WIB.

Rover seukuran mobil ini akan mendarat di kawah kuno yang disebut Jezero, kawah yang diyakini pernah diisi dengan air. Proses pendaratan akan berlangsung sekitar tujuh menit, dimulai saat Perseverance memasuki atmosfer hingga mendarat.

Para insinyur NASA menyebut urutan ini sebagai seven minutes of terror, karena keterlambatan sinyal selama 11 menit. Intinya, pada saat NASA menerima sinyal radio pertama dari Perseverance ketika memasuki atmosfer planet, artinya penjelajah sudah berhasil mendarat.

"Ada satu hal yang kami ketahui, pendaratan di Mars tidak pernah mudah. Tapi sebagai penjelajah Mars kelima NASA, Perseverance memiliki silsilah teknik dan tim misi yang luar biasa," ujar NASA's Associate Administrator for Communication, Marc Etkind.