Cari Alternatif Vaksin COVID-19, Menkes Budi: Kita Akan Buka Jalur ke Amerika

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Dalam upaya alternatif mencari vaksin COVID-19, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, Pemerintah akan membuka jalur lobi ke Amerika. Walau begitu, rencana ini baru tahap diskusi.

Pilihan melobi pengadaan vaksin COVID-19 ke Amerika sebagai salah satu langkah antisipasi bila jadwal kedatangan vaksin AstraZeneca tidak selesai diputuskan atau mundur sampai tahun 2022. Kedatangan 100 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Indonesia tidak pasti akibat embargo negara produsen vaksin.

"Kita masih mencari jalur baru (pengadaan vaksin COVID-19). Terus terang ya rencananya melalui Amerika karena di sana vaksinasi lebih cepat. Mereka kemungkinan bisa selesai Juni 2021," terang Budi saat Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

"Dan (pihak) Amerika ini sudah bicara informal di kalangan Menteri Luar Negeri dan Menteri Kesehatan di dunia, kalau misalnya nanti mereka sudah selesai (vaksinasi), mereka akan membuka pengiriman vaksin ke negara lain."

Hingga sekarang, Amerika tidak membuka produksi vaksin COVID-19 untuk dijual ke luar negaranya. Mereka memprioritaskan vaksin untuk warga negaranya terlebih dahulu.

"Rencananya, kami akan mencoba melakukan lobi secara G to G (Government to Government) dengan Amerika. Kalau dibuka (pengiriman vaksin COVID-19), mudah-mudahan Indonesia berada di kloter pertama," imbuh Budi Gunadi.

"Tapi memang sekali lagi, itu masih dalam tahap diskusi yang sangat dini. Lebih merupakan antisipasi kita kalau terjadi apa-apa nanti (pengiriman vaksin dari negara lain terkendala)."

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Amerika Tidak Keluarkan Kebijakan Pengiriman Vaksin COVID-19 ke Luar Negaranya

Wakil Presiden terpilih Amerika Serikat, Kamala Harris menerima suntikan vaksin COVID-19 buatan Moderna pada Selasa (29/12/2020). (Photo credit: Alex Edelman/AFP).
Wakil Presiden terpilih Amerika Serikat, Kamala Harris menerima suntikan vaksin COVID-19 buatan Moderna pada Selasa (29/12/2020). (Photo credit: Alex Edelman/AFP).

Budi Gunadi Sadikin menambahkan, Amerika tidak mengeluarkan kebijakan mengirimkan vaksin COVID-19 yang diproduksi ke luar negaranya. Inggris juga sedang mengalami hal serupa.

"Semua vaksin COVID-19 yang diproduksi di Amerika Serikat hanya boleh dipakai di Amerika Serikat saja. Hal yang sama juga berlaku di Inggris. Jadi, negara yang memproduksi vaksin dan mengekspor secara besar sekarang adalah Tiongkok dan India," tambahnya.

Melihat situasi global, negara-negara di luar negara produsen vaksin rebutan vaksin COVID-19. Ada 5 negara yang memproduksi vaksin COVID-19 sendiri, yaitu Amerika, Tiongkok, India, Inggris, dan Rusia.

"Kalau kita lihat, sebenarnya yang rebutan vaksin COVID-19 adalah semua negara, dikurangi 5 negara produsen tersebut," lanjut Menkes Budi.

Di hadapan anggota Komisi IX, Budi juga mengatakan, Indonesia berada di ranking nomor 8 di dunia sebagai negara terbanyak vaksinasi COVID-19. Bila dikeluarkan 5 negara produsen vaksin, Indonesia menempati urutan ke-4 dunia.

"Kita sedikit di bawah Jerman, Turki Brasil, Inggris, India, dan Amerika. Tantangan paling besar vaksinasi adalah dari 160-an negara, kita rebutan vaksin. Dari seluruh negara, ada sekitar hampir 60 negara yang sudah melakukan vaksinasi di dunia," katanya.

"Kita lebih tinggi dari Prancis, Italia, Chile, Spanyol, Israel, yang kemarin sangat tinggi juga vaksinasinya itu Uni Emirat Arab, Singapura, Kanada, Jepang, Australia, Korea Selatan, dan banyak negara-negara lain. Indonesia beruntung sudah dari awal melobi vaksin (Sinovac)."

Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19

Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: