Cari Aman, Ratusan Ribu Order Ditolak Mitra Gojek

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Lebih dari 700 ribu order ditolak oleh driver Gojek. Sebabnya, calon pelanggan tersebut tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menurut data internal Gojek.

Chief Transport Officer Gojek, Raditya Wibowo menyebut bahwa para mitranya telah paham mengenai protokol Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan (J3K). Perusahaan decacorn ini bahkan didapuk memiliki standar tertinggi, dibandingkan dengan 12 pemain serupa di 10 negara.

“Kami percaya bahwa kita semua memiliki peran J3K satu sama lain. Oleh karena itu, kami menghadirkan gerakan #PesanDariRumah untuk selalu mengingatkan dan meningkatkan kedisiplinan, serta tanggung jawab bersama antara pelanggan serta mitra selama berkendara," katanya dalam konferensi pers virtual, dikutip Rabu 17 Maret 2021.

Menurut riset yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) pada tahun 2020, pemahaman dan sosialisasi Gojek menerapkan J3K memberikan sentimen positif terhadap perusahaan.

"Protokol J3K Gojek telah dikenal sebagai protokol kesehatan berstandar tinggi untuk layanan angkutan online. Dikatakan berstandar tinggi karena J3K diterapkan bahkan sejak sebelum penumpang bersama mitra driver,” kata Director Center for Policy and Public Management SBM ITB, Yudo Anggoro dalam kesempatan yang sama.

J3K difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pilar Edukasi, Teknologi, dan Infrastruktur. Tiga pilar ini berfungsi untuk mendorong kebiasaan taat protokol kesehatan yang telah terbentuk di masyarakat, sehingga dapat terus dijalankan secara ketat.

"Kami juga menemukan bahwa mayoritas mitra driver Gojek bersedia untuk divaksinasi. Beberapa temuan tersebut menjadi bukti bahwa inisiatif J3K Gojek berdampak sangat positif bagi perubahan kebiasaan di dalam ekosistem kami,” kata Raditya.