Cari KRI Nanggala, Kapal Militer China Dikawal 6 Kapal Perang TNI AL

·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada)II, Laksda TNI Iwan Isnurwanto menyatakan, proses pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang telah hilang pada akhir April lalu hingga saat ini masih terus dilakukan.

Saat ini, lanjut Pangkoarmada II, negara sahabat yang ikut terlibat dalam pencarian KRI Nanggala 402 di perairan utara Pulau Bali telah menyisakan bantuan dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China.

Pemerintah China telah mengirim tiga kapal militernya yang memiliki kemampuan mendeteksi ke dalam bawah laut dan peralatan robotic yang mampu menyelam hingga kedalaman 850 meter.

"Kapal-kapal Tiongkok terdiri dari Yongxingdao-863, Nantuo-195, Tan Suo Er Hao-2. Dua kapal Yongxingdao dan Nantuo yang datang lebih dulu ini adalah kapal militer China. Dan kapal ketiga yaitu kapal Tan Suo Er Hao ini adalah kapal penelitian China yang memang selalu digunakan dalam penelitian bawah laut," kata Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto ketika menyampaikan perkembangan proses pencarian KRI Nanggala 402 di Denpasar, Bali, Selasa, 18 Mei 2021.

Dia menambahkan, kapal-kapal China itu tentunya tidak bergerak sendirian di perairan utara Pulau Bali. Mereka, kata Pangkoarmada II, bergerak dibawah kendali atau pengawasan TNI Angkatan Laut.

"Kapal-kapal China tersebut dikawal oleh enam kapal perang kita," ujarnya.

Lebih jauh lagi dia menjelaskan, enam kapal TNI Angkatan Laut yang mengawal tiga kapal militer China itu adalah KRI Rigel-933, KRI Teluk Banten-516, KRI Yos Sudarso-353, KRI Pulau Rengat-711, KRI Hasan Basri-382, dan KRI Soputan-923.

Diberitakan sebelumya, proses pencarian KRI Nanggala 402 hingga saat ini masih terus dilakukan. Hingga saat ini, proses pencarian KRI Nanggala 402 telah melibatkan armada militer sejumlah negara-negara sahabat seperti Malaysia, Australia, Singapura, Amerika Serikat, dan China.

Pemerintah China telah mengirimkan tiga armada Angkatan Laut Tiongkok untuk membantu proses pencarian dan pengangkatan puing-puing KRI Nanggala yang berada di bawah laut dengan kedalaman 839 meter. Hingga saat ini, sejumlah bagian kecil puing KRI Nanggala 402 telah berhasil diangkat oleh salah satu kapal China, yaitu kapal Tan Suo Er Hao-2.