Cari Unsur Pidana, Polri Kumpulkan Obat Sirop yang Diminum Pasien Gagal Ginjal Anak

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri perintahkan seluruh Kepolisian Daerah (Polda) untuk mengambil sampel darah, urin, dan obat yang dikonsumsi korban gagal ginjal akut pada anak. Penyakit itu terjadi akibat cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (Deg) yang terkandung dalam obat sirop.

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, perintah itu telah diberikan oleh Bareskrim Polri kepada Direktorat Krimsus masing-masing Polda guna mendalami lebih lanjut kasus gagal ginjal akut pada anak.

"Jadi langkah yang diambil saat ini tim, dari Labfor dari Kemenkes dari Bareskrim sudah memerintahkan dari Krimsus masing-masing Polda yang saat ini pasien sudah dirawat di RS diambil sampel darahnya, sampel urinenya sama obat yang diminum," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu (29/10).

Setelah diambil sampelnya, lanjut Dedi, nanti akan dibawa seluruhnya ke laboratorium forensik (labfor) Polri guna kepentingan penyelidikan untuk mengecek kandungan di dalamnya.

"Itu diambil semuanya dulu di lab kan semuanya. Hasil labnya seperti apa dibawa ke Jakarta lagi dan nanti rapatkan lagi dengan para ahli baru dibuat suatu kesimpulan," terang dia.

Dedi menjelaskan, perlunya hasil cek dari labfor dengan beragam sampel yang diambil berguna untuk penyidik dapat mengambil suatu kesimpulan tidak hanya satu sampel. Karena, jika semakin banyak sampel maka hasil penyelidikan akan semakin komprehensif.

"Itu ada datanya di kemenkes. Itu semuanya diambil dulu dipelajari dulu, jadi nggak bisa ternyata labfor itu, tidak bisa membuat suatu kesimpulan hanya mengambil satu sampel di rumah sakit, nggak bisa," katanya

"Jadi semakin banyak sampel 100 orang itu didapat Hasilnya akan lebih komprehensif. Itu dari Labfor seperti itu," tambah dia.

Dedi juga menjelaskan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pendataan terkait jumlah korban gagal ginjal akut dari seluruh Indonesia.

"Masih mendatangkan. Jadi agak lama itu karena masih mengatakan itu. Dari Seluruh Indonesia loh ya. Tim masih bekerja BPOM, Kemenkes, Polda Wilayah melakukan pengambilan sampel sampel untuk dilakukan uji laboratorium, langkah berikutnya dikumpulkan di Jakarta dan dianalisa oleh ahli," jelasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri bakal memeriksa perusahaan lain diluar dua perusahaan farmasi yang sempat disebut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diduga tersangkut tindak pidana kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak akibat obat sirop

"Masih ada (perusahaan lain), nanti kita informasikan. Berikan kesempatan kami untuk mengumpulkan semua sampel dari mayoritas pasien," kata Dirtipidter Bareskrim, Brigjen Pol Pipit Rismanto saat dihubungi, Jumat (28/10).

Namun demikian, Pipit menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih fokus untuk mengumpulkan sampel dan meminta klarifikasi dari para perusahaan selaku pihak produksi obat.

"Kita kan juga sedang menelusuri bahan baku yang digunakan. Nanti biar sejalan semuanya. Apakah dari produksinya apakah bahan bakunya atau melebihi ambang batas, itu semua harus pakai scientific gak bisa juga mempercepat kesimpulan," ujarnya.

Sejalan dengan proses pengumpulan sampel, penyidik juga tengah memeriksa sampel urin, darah yang akan diuji laboratorium di Puslabfor Polri untuk mengecek toxicology atau efek samping dari bahan kimia.

"Sedang masih dalam pengumpulan, belum semuanya. Masih dikumpulkan. Perlu menunggu, karena kan lab tidak bisa (cepat), harus fokus, pemeriksaan laboratoris nya harus fokus. Pokoknya nanti kita akan lakukan secara objektif dan transparan semua pasti akan kita buka di publik," terangnya.

Adapun diketahui jika pengusutan kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak masih diselidiki oleh Polri bersama tim gabungan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). [rnd]