Catat BWF! Indonesia Bakal Balas Ketidakadilan di All England

Ridho Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kisruh All England belum selesai, tim bulutangkis Indonesia mendesak Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) tanggung jawab atas didepaknya Tim Merah Putih di sana.

Memang benar, BWF sudah mengirim surat permintaan maaf, tapi hal substansi yang dituntut Indonesia tak ada yang dijelaskan federasi bulutangkis tertinggi itu.

Satu per satu cerita soal bobroknya BWF terungkap. Hal ini dibeberkan pebulutangkis Indonesia.

Pemain ganda putri Indonesia, Greysia Polii mengatakan bahwa itikad baik mereka tak dihargai oleh BWF.

"Ketika kami mendapat email dari NHS (otoritas kesehatan Inggris) kami melapor ke BWF. Mereka bilang kalau enggak dikasih tahu kita enggak akan tahu nih," ujar Greysia Polii dalam sebuah acara televisi swasta.

Greysia menuturkan, Indonesia lebih mengedepankan nilai-nilai sportivitas. Soal siapa yang positif di pesawat Turkish Airlines itu hingga saat ini tak juga terungkap.

"Kalau kami memilih enggak lapor bisa aja. Ini soal citra dan image kita di olahraga, soal sportivitas. Kami berpikirnya ngelapor karrena di situ ada bapak kita BWF," ucapnya.

"Tak ada informasi soal siapa yang positif itu. Mungkin regulasi seperti itu sih untuk menjaga privasi."

Greysia menyarankan, BWF ke depan harus lebih cerdik lagi. Jangan sampai menyelenggarakan turnamen tak memiliki kompetensi.

"Jangan sampai seperti ini lagi. Olimpiade semakin dekat, paling semarak. BWF harus cermat dan cerdik lagi," jelasnya.

Greysia menegaskan, Indonesia akan balas perlakuan tak manusiawi dari BWF. Momentum olimpiade yang akan digelar 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 mendatang akan menjadi pembuktian Indonesia tak lemah meski diperlakukan tidak adil.

"Momennnya pas baget nih, entar di olimpiade gua buktiin loe. Apa yang terjadi ya udah. Di olimpiade ke depan gimana nih, tantanganya kita harus bisa ngeluarin lebih baik," kata dia.