Catat Cara Pengajuan Kerja Sama Melalui Program Tokopedia Bersama

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tokopedia Beraksi untuk Sesama (Tokopedia Bersama) resmi diluncurkan Jumat (19/11/2021). Inisiasi ini bermaksud menjembatani dan meningkatkan kepedulian sosial untuk memaksimalkan kapasitas potensi dari kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, Aditia Grasio Nelwan, public affairs senior lead Tokopedia, menyebut pihaknya membuka kesempatan bekerja sama seluas-luasnya pada semua pihak. "Jadi, untuk yang mau berkolaborasi, bisa mengajukan proposal melalui CSR@tokopedia.com," ucapnya dalam peluncuran virtual Tokopedia Bersama, Jumat (19/11/2021).

Aditia menyambung, pihak yang mengajak bekerja sama sebaiknya sudah berbahan hukum, di samping kolaborasinya wajib relevan dengan lima pilar utama program tersebut. Mereka adalah pendidikan dan teknologi, pemberdayaan kelompok difabel, pemberdayaan perempuan, penyintas bencana, dan aksi lingkungan.

Program turunan Tokopedia Bersama, Aditia menjelaskan, mencakup kegiatan kerelawanan, program akselerasi UMKM, fitur donasi, pelatihan untuk berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan, dan kegiatan tanggap bencana. Setelah sesuai dengan pilar-pilar tersebut, pihaknya baru akan menyesuaikan program kolaborasinya.

Ia menyambung, program kerja sama yang dianjurkan tidak harus punya durasi tertentu, karena mereka "fokus pada dampak kolaborasi." "Edukasi masyarakat tentang isu sosial ini sekaligus bisa mendorong pemulihan ekonomi terdampak pandemi," imbuhnya.

Jenama lokal seperti Havilla Gourmet Tea, Bagoes Bag, dan Dengar Indonesia adalah contoh penerima manfaat salah satu program turunan Tokopedia Bersama, Top Donasi X BenihBaik.com. Lewat ini, pihaknya membagikan bantuan berupa dana dan peralatan yang dibutuhkan demi mengembangkan usaha.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pemberdayaan Perempuan sampai Kurangi Kantong Plastik

Tokopedia merilis program Tokopedia Bersama secara virtual, 19 November 2021. (dok. tangkapan layar Zoom)
Tokopedia merilis program Tokopedia Bersama secara virtual, 19 November 2021. (dok. tangkapan layar Zoom)

Ketiga brand lokal ini membawa masing-masing pesan pemberdayaan. Havilla Gourmet Tea, misalnya, tidak hanya secara konsisten memberdayakan petani untuk memproduksi teh berkualitas premium untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, mereka juga memberdayakan perempuan dalam praktik bisnisnya.

"Pemberdayaan berlangsung sejak dari hulu, karena rata-rata 90 persen pemetik teh itu ibu-ibu. Tim kami juga perempuan semua," ucap co-founder-nya, Ajeng Respati Hapsari Kusumawardhani.

Selain itu, mereka juga ingin mengedukasi publik bahwa secangkir teh yang tersaji telah melewati banyak tangan. "Karena itu kami ingin masyarakat mengapresiasi perjalanan panjangnya," imbuhnya.

Sementara Bagoes Bag fokus mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Lini tas lokal ini merilis tas belanja yang bisa dipakai ulang.

"Supaya orang tidak lagi malas atau menganggap bawa tas pakai ulang itu repot, kami membuat desainnya menarik dan mudah dibawa dengan konsep dilipat, jadi tidak menghabiskan ruang," ujar direktur operasional Bagoes Bag Ilham Firmansyah.

Berdayakan Perajin Difabel

Aplikasi Tokopedia. (dok. Tokopedia)
Aplikasi Tokopedia. (dok. Tokopedia)

Berbeda dari dua brand sebelumnya, Dengar Indonesia justru lahir setelah bekerja sama dengan Tokopedia. "Dengar Indonesia merupakan kolaborasi lanjutan dari program Top Donasi Tokopedia pada 2019," kata poject manager-nya, Mahrunnisa.

Lewat inisiatif ini, pihaknya memperkenalkan dan memasarkan karya perajin difabel. Juga, memberikan pelatihan memproduksi kerajinan tangan kepada mereka agar punya kesempatan yang sama untuk berkarya dan bekerja secara mandiri, sambung Icha, sapaan akrabnya.

Awalnya, ia bercerita, mereka hanya memproduksi tote bag. Namun, seiring kerja sama dan riset pasar yang dilakukan, pihaknya sekarang sudah punya tujuh tipe tas dan dompet. "Potongan-potongan kain kecil juga tidak kami buang, tapi dibuat tempat koin. Sekarang malah sedang didesain jadi aksesori, tapi belum dirilis," tandasnya.

Infografis Waspada Penipuan Online Shop via Medsos

Infografis Waspada Penipuan Online Shop via Medsos. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Waspada Penipuan Online Shop via Medsos. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel