Catat, Guru Honorer Dapat 3 Kali Kesempatan Ikut Ujian Seleksi PPPK 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kemendikbud RI pada Jumat (8/10) mengumumkan hasil seleksi kompetensi guru ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan bahwa pemerintah memberikan tiga kali kesempatan ujian untuk guru honorer untuk mengikuti seleksi PPPK.

"Bagi yang tidak lolos passing grade, dan tidak lolos dalam formasi, jangan khawatir karena bisa kembali mengambil tes tahun ini kalau berminat. Tetapi jika masih ingin belajar, bisa mengambil tahun depan," kata Nadiem, dalam acara Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Guru ASN PPPK yang disiarkan di laman Youtube Kemendikbud RI pada Jumat (8/10/2021).

"Jadi setiap guru honorer diberikan tiga kesempatan mengambil tes seleksi, maka bisa ada jangka waktu untuk terus belajar," jelas Nadiem.

Sementara bagi para guru honorer yang lolos passing grade tetapi tidak mendapatkan formasi, Nadiem menjelaskan, dalam ronde kedua dan ronde ketiga akan dilakukan optimalisasi formasi di mana guru-guru tersebut akan dibantu dan didukung menemukan posisi dan lowongan formasi.

Nadiem juga mengungkapkan bahwa guru-guru yang sudah lolos passing grade mereka memiliki opsi, yaitu bisa mengikuti registrasi ujian ronde kedua dan ronde ketiga tanpa mengambil tes ulang.

"Tetapi kalau mereka ingin mencoba mendapatkan angka yang lebih tinggi, itu juga diperbolehkan. Sehingga ranking mereka dalam seleksi formasi bisa lebih tinggi," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

173.329 Guru Honorer Lulus

Nadiem Makarim (Sumber: Kemdikbud.go.id)
Nadiem Makarim (Sumber: Kemdikbud.go.id)

Hari ini (8/10), pemerintah mengumumkan 173.329 guru honorer lulus formasi pada ujian pertama dan akan segera diangkat menjadi guru PPPK.

"Saya mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada 173.329 guru-guru honorer yang sekarang sudah mendapatkan formasi dan akan diangkat menjadi PPPK," tutur Nadiem.

Dalam kesempatan itu, Nadiem juga menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru honorer pada sekolah negeri melalui seleksi guru PPPK.

"Pemerintah selama satu tahun terakhir mencari jalan dan strategi untuk bagaimana bisa menyelesaikan masalah kebutuhan guru dan kesejahteraan mereka, dari guru-guru honorer yang ada di lapangan," katanya.

"Recruitment guru honorer menjadi PPPK ini, kita ingin memperjelas status kepegawaian mereka sebagai guru ASN, terutama meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan guru," tutup dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel