Catat, Hafal Pancasila dan Lagu Nasional Syarat Nikah di KUA Panjatan Kulon Progo

Merdeka.com - Merdeka.com - KUA Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo memberikan syarat untuk pasangan pengantin yang akan menikah di wilayahnya untuk mengucapkan lima sila dalam Pancasila usai pernikahan. Syarat unik hafal Pancasila ini merupakan hal wajib di Kecamatan Panjatan.

Ketua KUA Panjatan Zamroni mengatakan bagi pasangan pengantin harus hafal Pancasila. Hafalan dan pengucapan Pancasila bagi pengantin di Kecamatan Panjatan ini dilakukan seusai prosesi akad nikah.

"Harus dan wajik hafal Pancasila," kata Zamroni, Senin (14/11).

Selain harus hafal dan mengucapkan Pancasila, pasangan yang menikah di KUA Panjatan disebut Zamroni juga diminta untuk menyanyikan lagu nasional.

"Kalau lagu nasional (dinyanyikan pengantin) itu kondisional saja. Tujuannya untuk memecah ketegangan. Intermezzo saja," ungkap Zamroni.

Alasan Harus Hapal Pancasila dan Lagu Nasional

Zamroni membeberkan syarat mengucapkan serta hapal Pancasila dan menyanyikan lagu nasional ini adalah bagian dari program inovasi KUA bernama Pengantin Pancasila Peduli Lindungi (P3L) milik KUA Panjatan.

Zamroni menuturkan program P3L ini telah dijalankan sejak April 2022 lalu setelah sebelumnya diluncurkan di KUA Wates bersama Bupati Kulon Progo kala itu, Sutedjo, dan jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

Program P3L, kata Zamroni khususnya melafalkan sila Pancasila digaungkan kembali saat Hari Pahlawan yang diperingati tanggal 10 November lalu.

"Program ini akan berjalan seterusnya di wilayah Kecamatan Panjatan demi membina serta memupuk rasa nasionalisme masyarakat," tutur Zamroni.

Zamroni menuturkan pelafalan Pancasila dan menyanyikan lagu wajib nasional sengaja dilakukan sesudah prosesi akad nikah selesai. Tujuannya agar tidak menyalahi rukun pernikahan sesuai ajaran Islam.

Zamroni menuturkan meskipun para pengantin tersebut nanti gagal memenuhi syarat ini, prosesi pernikahan mereka tidak terpengaruh. Tujuannya, lanjut Zamroni, membimbing para pengantin agar tak melupakan ideologi bangsa ini.

Zamroni mengakui dalam prakteknya memang banyak pengantin baru yang tidak hapal Pancasila karena itulah syarat pengucapkan dan hapal Pancasila dilakukan.

"Banyak teman-teman manten (pengantin) yang nggak hafal Pancasila. Benar nggak hafal, bukan karena grogi. Ya kita memang tekankan karena itu ideologi negara kita, maka kalau kita temukan yang nggak hafal ya maka kita wajibkan belajar dan menghafal," tutup Zamroni.

[gil]