Catat, Ini PR Besar Arema FC Sebelum Bertempur di BRI Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Arema FC perlu melakukan evaluasi setelah takluk 0-1 dari klub Liga 2, PSIM Yogyakarta, dalam uji coba di Stadion Mandala, Krida Kamis (19/8/2021). Mereka harus berbenah sebelum bergulirnya BRI Liga 1 2021/2022.

Dalam uji coba yang digelar tertutup itu, Arema FC bisa menguasai permainan. Sejumlah peluang emas juga didapat Singo Edan. Sayang, Dedik Setiawan dkk masih mandul.

Para pemain depan Arema seperti kehilangan ketenangan. Mayoritas tembakan pemain Arema tak menemui sasaran.

Itu menjadi pekerjaan rumah yang cukup krusial bagu Arema jelang BRI Liga 1. Padahal, Arema sejatinya punya sederet penyerang haus gol, seperti Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, M. Rafli, serta tambahan striker asal Portugal, Carlos Fortes.

Pelatih Arema, Eduardo Almeida sudah memprediksi jika hingga awal bergulirnya BRI Liga 1, Arema akan meraih hasil yang kurang konsisten.

Namun untuk uji coba lawan PSIM harusnya jadi pengecualian. Arema FC unggul materi pemain dan melakukan persiapan lebih lama. Sementara PSIM tak punya pemain asing dan baru latihan dua pekan.

Aremania Bertanya-tanya

Renshi Yamaguchi (dua kanan) sebelumnya berseragam klub Lampang FC, tim yang bermain di kasta kedua Liga Thailand. Rensi diproyeksikan pelatih Eduardo Almeida di lini tengah sebagai gelandang. (Foto Bola.com/Iwan Setiawan)
Renshi Yamaguchi (dua kanan) sebelumnya berseragam klub Lampang FC, tim yang bermain di kasta kedua Liga Thailand. Rensi diproyeksikan pelatih Eduardo Almeida di lini tengah sebagai gelandang. (Foto Bola.com/Iwan Setiawan)

Tetapi, Arema tak melakukan evaluasi terbuka atas hasil uji coba kontra PSIM tersebut. Official media Arema FC juga tak ada yang membahas hasil ujicoba tersebut.

Arema malah lebih banyak membahas sayembara nama bus baru tim di media sosial klub. Sayembara itu diposting di akun Instagram Arema beberapa jam setelah uji coba berakhir.

Sementara Aremania cukup banyak yang bertanya apa penyebab kekalahan dalam ujicoba tersebut.

“Kami tidak tahu seperti apa pertandingan uji coba itu secara utuh. Semua supporter pasti tidak ingin timnya kalah,” kata Aremania Korwil Klayatan, Achmad Ghozali.

Belum Bisa Padukan Lini Depan

Penyerang Arema FC, Dedik Setiawan. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Penyerang Arema FC, Dedik Setiawan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sebenarnya persoalan lini depan ini sudah terlihat saat Arema bermain di Piala Menpora 2021. Waktu itu Arema jadi juru kunci di fase grup.

Saat pertandingan, Arema banyak membuang peluang. Ditambah lagi lini depan mereka tampak sulit dipadukan. Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo punya karakter bermain yang mirip.

Jika ditandemkan, mereka sama-sama bergerak liar dan egois dalam menyelesaikan peluang. Di sini perlu kombinasi antara memilih M. Rafli sebagai tandem atau menjadikan Carlos Fortes sebagai striker utama. Tapi lagi-lagi tim pelatih Arema tak ingin membongkar dapur strateginya terlalu dalam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel