Catat, Jadwal Kepulangan Juara All England yang Tertunda ke Indonesia

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tim Bulutangkis Indonesia dipaksa mundur dari turnamen bulutangkis BWF World Tour Super 1000 All England Open 2021.

Indonesia dicoret karena berada satu pesawat dengan penumpang yang positif COVID-19 dalam perjalanan dari Istanbul menuju Birmingham.

Berdasarkan peraturan protokol kesehatan yang berlaku di Negeri Ratu Elizabeth itu, tim Indonesia wajib menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.

Insiden ini membuat Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna kecewa berat. Bak kesamber gledek, dia tak percaya Ahsan/Hendra cs harus menghentikan perjuangan di turnamen bulutangkis tertua di dunia itu.

Agung mengatakan ini adalah cara agar tim bulutangkis Indonesia tidak bisa juara di All England. Pasalnya, secara kondisi dan persiapan Indonesia cukup maksimal.

"Maka saya katakan dengan persiapan kami sekarang, memang ini salah satu cara untuk membuat Indonesia tidak bisa jadi juara, adalah dengan tidak bisa bertanding," kata Agung.

Agung melanjutkan, insiden ini tak boleh membuat mental para pebulutangkis Indonesia menjadi hancur. Sebab, dia menyebut tim Indonesia adalah juara yang tertunda.

"Kita adalah juara yang tertunda. Hal ini menjadi pelecut kita dan juga pemberi semangat kita ke depan. Kita tidak perlu kecewa terlalu dalam di sini. Kita patuhi saja. Kita ikuti prosedurnya," sambungnya.

Sementara itu, manajer tim bulutangkis Indonesia Ricky Soebagdja mengatakan, setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, khususnya dengan Duta Besar RI di London, Desra Percaya, tim Indonesia akhirnya bisa pulang lebih cepat.

KBRI juga memfasilitasi tes kit untuk swab secara mandiri. Proses swab dilakukan oleh dokter PP PBSI dan hasilnya akan dibawa oleh KBSI ke laboratorium di Birmingham untuk dites PCR.

“Alhamdulillah, setelah Pak Dubes, yaitu Pak Desra bertemu dengan pihak NHS, beliau mendapatkan izin dan keputusan bahwa kami bisa lebih cepat pulang ke Indonesia. Hari ini kami semua akan melakukan Swab PCR untuk syarat kepulangan kami nanti, yang juga alat tes kit-nya diberikan oleh KBRI. Ini semua sudah mendapatkan izin baik dari NHS, maupun panitia All England,” tutur Ricky dalam rilis PBSI yang diterima VIVA.

“Kepulangan Tim Indonesia, Insya Allah dijadwalkan pada Minggu, 21 Maret melalui London, karena tidak ada penerbangan dari Birmingham di tanggal tersebut. Untuk transportasi dari Birmingham ke London akan dibantu oleh KBRI, kami akan dijemput dan diantar hingga ke bandara nanti oleh Pak Desra, Dubes RI di London,” sambungnya.

Jonatan Christie menyambut baik kabar bahagia ini. Baginya, pulang ke Indonesia sedikit mengobati kekecewaanya daripada berlama-lama di kamar hotel.

“Iya Puji Tuhan banget kita bisa pulang sebelum waktu yang ditentukan, saya juga mau berterima kasih untuk pihak KBRI di Inggris, Kemenpora, bahkan Bapak Presiden juga yang sudah memperhatikan dan meminta kasus ini untuk ditangani secepat mungkin, termasuk kepada PBSI juga yang menanggapi dengan sangat cepat,” ungkap Jojo.