Catat, Mulai Hari Ini Vaksin Booster jadi Syarat Masuk Ruang Publik dan Perjalanan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah mulai memberlakukan kebijakan wajib vaksinasi ketiga atau booster Covid-19 sebagai syarat perjalanan dan masuk ke ruang publik seperti pusat perbelanjaan, mal, hingga kantor, pada hari ini, Minggu (17/7).

Hal itu dilakukan karena cakupan vaksinasi dosis ketiga masih jauh dari sasaran target. Dikutip dari vaksin.kemkes.go.id, baru 25,33 persen warga yang menerima vaksin Covid-19 dosis lanjutan yakni 52.747.194 dosis.

Dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 21 Tahun 2022 tentang Ketentuan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri, pemerintah mewajibkan vaksin booster sebagai syarat perjalanan seluruh jenis moda transportasi, mulai dari udara, laut, dan darat.

Dalam aturan tersebut menyatakan bahwa penumpang yang telah menerima booster tidak perlu menunjukkan hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Untuk masyarakat yang belum menerima booster diwajibkan melakukan salah satu tes deteksi Covid-19 tersebut sebelum keberangkatan.

Mendagri Instruksikan Kepala Daerah Terapkan Booster di Ruang Publik

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga telah menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota agar menerapkan wajib booster untuk mengakses fasilitas umum atau ruang publik di daerah masing-masing. Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 440/3917/SJ tentang Percepatan Vaksinasi Dosis Lanjutan (Booster) Bagi Masyarakat yang diteken Tito pada 11 Juni 2022.

"Kepada bupati atau wali kota, mewajibkan vaksinasi booster sebagai persyaratan untuk memasuki fasilitas publik atau fasilitas umum, antara lain perkantoran, pabrik, taman umum, tempat wisata, lokasi seni dan budaya, restoran atau rumah makan, kafe, pusat perbelanjaan atau mal serta pusat perdagangan, dan area publik lainnya," kata Tito.

Namun, dalam aturan tersebut kewajiban booster ini tidak berlaku bagi anak di bawah 18 tahun, maupun bagi masyarakat dengan kondisi kesehatan khusus.

Kasus Covid-19 Tambah 4 Juta

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 memperbarui data penambahan kasus Covid-19 per tanggal 16 Juli sebanyak 4.329 kasus. Angka ini lebih rendah dibandingkan data penambahan kasus pada 15 Juli sebanyak 3.331 kasus.

Penambahan kasus baru hari ini mencatatkan akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 6.131.413 kasus.

Kasus konfirmasi didapatkan dari hasil tes 84.796 spesimen.

Sementara untuk kasus kesembuhan juga bertambah 2.702 kasus, sehingga secara akumulasi 5.947.980 warga dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19.

Kasus kematian juga mengalami penambahan, pada hari ini sebanyak 6 kasus. Penambahan ini mencatatkan 156.839 warga dinyatakan meninggal akibat Covid-19.

Sementara untuk kasus aktif bertambah 1.621 menjadi 26.594 kasus. Kasus aktif istilah bagi pasien yang masih menjalani perawatan isolasi baik di rumah sakit ataupun tempat isolasi terpusat.

Pemerintah juga masih memantau 5.093 suspek Covid-19. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel