Catat, Obat Herbal dan Vitamin bagi Pasien Isoman COVID-19

·Bacaan 3 menit

VIVA – Pasien COVID-19 dengan gejala ringan diperbolehkan untuk menjalani isolasi mandiri namun dengan cara yang tepat. Termasuk mengonsumsi rempah herbal yang dibutuhkan tubuh agar imunitas meningkat sehingga akan lebih mudah pulih.

Rempah herbal menjadi pilihan aman untuk dikonsumsi setiap hari. Selain mudah dijangkau, harganya terbilang irit di kantong. Apalagi, banyak tanaman herbal yang memang bersifat untuk mengatasi gejala-gejala ringan COVID-19 seperti batuk, pilek, hingga sakit kepala.

Apa saja tanaman herbal yang baik dikonsumsi tubuh saat isolasi mandiri? Berikut rangkumannya.

Tanaman rimpang

Menurut Spesialis Gizi Klinis, Dr.dr Samuel Oetoro MS.SpGK.(K) di acara Hidup Sehat, di tvOne, tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, dan temulawak memang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Efeknya tentu saja bisa menangkal radikal bebas.

Selain itu, rempah ini juga baik untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh yang mana sangat baik dalam rangka mencegah serangan virus atau bakteri termasuk wabah COVID-19.

"Jahe juga rasanya hangat dan kalau kena flu, baiknya minum hangat agar rasa di tenggorokan enak dan kemungkinan batuk berkurang. Bagus diminum tiap hari tapi ini bukan obat, namun baiknya rutin agar sistem imun terbangun," ujar dokter Sam.

Madu

Asupan rempah tersebut disarankan asupannya dengan kadar yang tepat serta diolah tidak berlebihan. Dokter Sam menyarankan agar rempah tersebut bisa diolah dengan direbus dan airnya dicampur dengan madu. Selain rasanya lebih enak dan nikmat, kandungan gizi di dalamnya juga akan lebih baik.

"Madu itu sumber energi bagi sel-sel di tubuh termasuk sel sistem imun. Kelebihannya mengandung vitamin dan mineral. (Konsumsinya) 1 sdm cukup," tuturnya.

Bawang putih

Jenis rempah lainnya yang juga mampu meningkatkan sistem imun guna menangkal virus corona yakni bawang putih. Faktanya, kandungan di dalamnya yang bernama allicin efektif membunuh kuman penyebab infeksi. Namun, lagi-lagi pengolahannya harus tepat.

"Dimakan mentah paling bagus, kalau dimasak zat allicin-nya hilang. Kalau dimakan mentah memang pedas. (Jenis) paling bagus bawang putih tunggal karena kadar allicin lebih tinggi dan dikonsumsi sehari 2-3 butir," kata dia.

Bagaimana dengan vitamin yang dibutuhkan tubuh? Karena COVID-19 datang dengan gejala seperti pilek dan flu, Vitamin B, C dan D, serta seng dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan Anda dan melawan penyakit dengan cara yang sama dapat membantu Anda mengatasi pilek atau flu.

Perlu diingat, asupan vitamin ini tak boleh berlebihan dan tetap berkonsultasi terlebih dahulu. Berikut deret manfaat dari vitamin tersebut dikutip dari laman Medicine net.

Vitamin C

Umumnya, vitamin C dapat membantu Anda melawan pilek lebih cepat atau meredakan gejala pilek jika Anda meminumnya sebelum sakit. Sebagai antioksidan, vitamin C dapat membantu mengurangi peradangan—dan peradangan paru-paru adalah gejala parah COVID-19, yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan atau bahkan kematian. Jadi jika Anda masih sehat, tidak ada salahnya untuk mulai mengonsumsi vitamin C dari sekarang.

Vitamin D

Fungsi utama vitamin D adalah membantu tubuh Anda mempertahankan kadar kalsium dan fosfor darah yang optimal, yang bisa Anda dapatkan melalui paparan sinar ultraviolet matahari, atau melalui suplemen dan makanan yang Anda makan. Mendapatkan cukup vitamin D juga dapat melindungi Anda dari infeksi pernapasan.

Suplementasi vitamin D secara signifikan mengurangi kemungkinan infeksi saluran pernapasan, berdasarkan studi klinis yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacology and Pharmacotherapeutics.

Vitamin B kompleks

Vitamin B6 sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda dalam kondisi prima. Pastikan untuk mendapatkan cukup vitamin B sebagai suplemen, sebagai bagian dari diet harian Anda (Anda dapat dengan mudah mendapatkan asupan harian dari sereal yang diperkaya) atau dalam multivitamin.

Seng

Meminum permen seng untuk tenggorokan, atau mengonsumsi obat flu yang dijual bebas dengan kandungan seng di dalamnya (sebagai sirup atau tablet) membantu mempersingkat durasi pilek rhinovirus. Seng juga membantu gejala-hidung tersumbat, drainase hidung, sakit tenggorokan, dan batuk-menyelesaikan lebih cepat.

Seng juga telah ditemukan untuk membantu memproduksi dan mengaktifkan sel-T (limfosit-t), yang memicu tubuh untuk merespons infeksi, menurut NIH. Untuk pemulihan yang lebih cepat, mulailah mengonsumsi seng untuk mengobati penyakit Anda dalam 24 jam pertama gejala.

Dosis seng yang tepat adalah 75 mg, tetapi berhati-hatilah: Mengambil lebih dari 150mg seng per hari dapat menyebabkan keracunan seng dan juga berdampak negatif pada sistem kekebalan Anda.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel