Catat Saham di BEI, Bank Net Indonesia Syariah Pakai Kode BANK

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bakal menjadi emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk siap mencatatkan saham perdana pada awal Februari 2021.

Seperti dilansir pengumuman BEI, Rabu (27/1/2021), perseroan di sektor perbankan tersebut akan menggunakan kode BANK seperti keputusan surat nomor S.029.BOD/01.2021.

"Permohonan Kode Perdagangan Saham, dengan ini diumumkan bahwa apabila seluruh persyaratan Pencatatan Efek Calon Perusahaan Tercatat sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Efek Indonesia (Bursa) No. I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat telah dipenuhi oleh Perseroan, maka Efek Perseroan akan dicatatkan di Bursa pada tanggal 1 Februari 2021 dengan menggunakan kode BANK," tulis surat tersebut.

Surat yang diterbitkan juga resmi ditandatangani Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 Goklas Tambunan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy.

Harga IPO Bank Net Indonesia Syariah

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk menetapkan harga saham perdana Rp 103 per saham dalam rangka penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Harga saham perdana tersebut di rentang bawah yang ditawarkan antara Rp 103-Rp 105 per saham. Perseroan menawarkan 5 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100. Total dana yang akan diraup dari hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sekitar Rp 515 miliar.

Perseroan akan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana antara lain sekitar 60 persen untuk biaya pemeliharaan IT dan penunjangnya, dan 40 persen akan digunakan untuk modal kerja lainnya seperti biaya pemasaran, sewa dan biaya lain-lain.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini