Catatan Kontroversi Gus Yaqut Sebelum Jadi Menteri Agama

Toto Pribadi
·Bacaan 3 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo telah melantik enam orang menteri dan sejumlah wakil menteri di Istana Negara pada Rabu, 23 Desember 2020. Salah satunya, Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut yang dilantik menjadi menteri Agama. Sederet kontroversi mewarnai perjalanan Yaqut selama ini. Apa saja?

Pilihan Jokowi menunjuk Yaqut sebagai Menteri Agama baru menggantikan Fachrul Razi yang juga dikenal kontroversial dengan komentar-komentarnya sempat menjadi sorotan. Maklum saja, sebelum ditunjuk menjadi menteri sosok Yaqut juga dikenal dengan kontroversinya. Bahkan dianggap kerap dituding memecah belah.

Nah kali ini redaksi berhasil merangkum sederet kontroversi dan ucapan nyelenehnya, bahkan kerap menyulut emosi yang tak sejalan dengannya.

Paling segar dalam ingatan, tentu kasus pelaporan oleh sebuah LBH yang dialamatkan ke Gus Yaqut buntut dari pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid pada Oktober 2018 silam. Saat itu, umat muslim terpecah menjadi dua kubu menyusul kasus pembakaran yang dilakukan sekelompok oknum anggota Banser NU di Garut, Jawa Barat.

Kontroversi sebutan 'Gus'
Gus Yaqut juga sempat berseteru dengan Gus Nur alias Nur Sugi Rahardja yang dianggapnya mencemari kesakralan sebutan 'Gus'. Ya, sebutan Gus memang punya arti khusus bagi kalangan Nahdiyin. Tak sembarangan orang dapat disematkan sebutan Gus.

Seperti diketahui, Yaqut Cholil Qoumas sendiri mendapat sebutan Gus karena memang dianggap layak. Bagi orang NU, sebutan Gus adalah gelar kehormatan yang biasanya disematkan pada tokoh-tokoh yang dihormati dan biasanya telah matang ditempa di pesantren.

Gus Yaqut sendiri memang sosok penting di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), termasuk jabatannya sebagai ketua umum GP Anshor sebelum didaulat menjadi menteri agama yang baru. Bahkan ia juga sempat menjabat sebagai wakil bupati Rembang dan anggota DPRD.

Tak hanya itu, fakta lain yang juga sulit untuk menolak gelar Gus pada sosok Yaqut adalah catatan bahwa dia merupakan putra dari KH Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri PKB. Saudaranya, Yahya Cholil Staquf juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama.

Asal muasal sebutan Gus ini pula yang memicu perseteruannya dengan Gus Nur. Menurut Gus Yaqut, sosok yang dikenal sangat anti pemerintah tersebut tak punya kriteria menyandang gelar Gus. "Gus Nur itu tak tahu malu, gelari sendiri dengan sebutan Gus," pernyataan pedas Gus Yaqut.

Puncaknya, perseteruan berebut Gus ini baru mereda setelah Gus Nur terancam masuk bui karena disangkakan pasal ujaran kebencian dan saat ini prosesnya telah masuk tahap persidangan.

Rivalitas panjang lawan FPI
Sosok Gus Yaqut juga sangat identik sebagai rival bagi FPI, juga dengan sinyal keberadaan ISIS di Indonesia. Sosoknya yang terbilang paling rajin berkomentar tentang bahaya radikalisme ini kerap menangkal eksistensi FPI dan Habib Rizieq Shihab. Termasuk saat HRS kembali ke tanah air.

Tak hanya itu, Gus Yaqut juga dengan terang-terangan menyindir revolusi akhlak yang didengungkan HRS bersama FPI. Gus Yaqut tak yakin sosok Habib Rizieq Shihab bersama FPI-nya punya kekuatan untuk menggerakkan revolusi di Indonesia.

Pointnya, Gus Yaqut selalu mendengungkan NKRI harga mati untuk melawan manuver-manuver yang dilakukan FPI dengan imam besarnya HRS. Tak jarang, Gus Yaqut juga terkadang memamerkan kekuatan Banser di bawah komandonya untuk menyaingi besarnya massa FPI.

Yang terbaru, Gus Yaqut juga langsung mengirim 'pasukan' untuk mengawal rumah orang tua Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. Rumah orang tua Mahfud MD di Sampang Madura sempat menjadi sasaran massa termasuk anggota FPI.