Catatan Miris Barcelona 6 Bulan Ditangani Ronald Koeman

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berharap bangkit di bawah asuhan Ronald Koeman, nyatanya Barcelona masih belum bisa lepas dari keterpurukan. Selama enam bulan ditangani pelatih asal Belanda, Blaugrana merasakan sejumlah catatan minor.

Koeman ditunjuk menggantikan Quique Setien pada musim panas lalu usai dipermak Bayern Munich 2-8 pada perempat final Liga Champions 2020. Koeman datang dengan kepercayaan diri tinggi mengembalikan prestasi Barca.

Dia bahkan berani melepas sejumlah pemain senior macam Luis Suarez, Arturo Vidal, hingga Ivan Rakitic. Koeman menggantikan mereka dengan darah segar macam Pedri, Trincao, juga Ilaix Moriba.

Eks juru taktik Southampton itu juga coba memaksimalkan peran Frenkie de Jong, Ousmane Dembele, dan Antoine Griezmann. Nyatanya, performa Blaugrana masih jauh dari harapan.

Mereka kesulitan tampil konsisten di awal musim sehingga terlempar ke papan tengah. Beruntung, performa Lionel Messi stabil sehingga bisa membawa Barca naik ke peringkat tiga klasemen sementara dengan 46 poin.

Kendati demikian, pencapaian itu tidaklah spesial. Sebab, Barca sudah menelan empat kekalahan dan kebobolan 21 kali. Jauh lebih banyak ketimbang Atletico Madrid dan Real Madrid dikutip Marca.

Torehan di LaLiga terbilang lebih baik ketimbang di dua kompetisi lainnya, Copa del Rey dan Liga Champions. Bisa dibilang, peluang Barca untuk lanjut sangat kecil.

Di Copa del Rey, Ansu Fati cs menelan kekalahan mengejutkan dari Sevilla pada semifinal leg pertama. Barca kalah 0-2.

Sementara, di Liga Champions, kesempatan Barca untuk lolos ke babak selanjutnya terbilang sangat kecil. Pasalnya, mereka kalah 1-4 dari Paris Saint-Germain di leg pertama yang dihelat di Camp Nou.

Sederet tren negatif tersebut juga dilengkapi dengan kegagalan merebut trofi Piala Super Spanyol. Barca dibungkam Athletic Bilbao 2-3 di partai final.

Memang, masih terlalu dini untuk menilai hasil kerja Koeman di Barca. Namun, dengan serangkaian hasil minor tersebut, agaknya tugas Koeman untuk membangkitkan Blaugrana bakal sangat berat. Terlebih, Messi diprediksi bakal hijrah di akhir musim ini.