Catatan NDC Unand, Dana Desa Era Jokowi Bisa Jadi Episentrum Pembangunan Daerah

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Nagari Developing Center (NDC) Universitas Andalas (Unand) optimistis program dana desa di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menjadi episentrum pembangunan daerah. Salah satu faktor utamanya terlihat dari alokasi anggaran yang terus mengalami peningkatan.

Direktur NDC Unand, Erigas Eka Putra mengatakan program dana desa mengalami peningkatan pesat. Bukan hanya dalam soal nominal, namun juga dari sisi pengawasan yang kemudian membuat penyalurannya tepat sasaran.

"Jadi episentrum pembangunan itu ada di desa, dan itu didukung dengan dana yang ada di Pemerintahan Jokowi sekarang," kata Erigas, Padang, Sumatera Barat, Senin (18/4).

Erigas melihat saat ini dana desa telah bertransformasi menjadi sebuah kekuatan besar. Kekuatan yang sangat berpotensi menjadikan desa semakin berkembang sehingga turut pula mendorong kemajuan bagi daerah.

"Dengan adanya kebijakan Jokowi, dengan adanya dana desa semuanya itu udah membentuk kekuatan yang sangat besar di pihak desa," tutur Erigas.

Menurutnya, desa memiliki peranan penting dalam upaya pembangunan daerah. Lantaran kekayaan sumber daya yang ada di dalam desa merupakan landasan utama mencapai sebuah kemajuan.

Dia menambahkan kehadiran dana desa yang pemanfaatannya terus dioptimalkan Jokowi sangat membantu mendorong kebangkitan daerah. Dengan begitu akan berimbas pada meningkatnya taraf kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu dia pun berharap pemerintah dapat dengan konsisten mengawal dan menyalurkan dana ke desa-desa. Karena dengan begitu keberadaan dana tersebut bisa terus dirasakan langsung manfaatnya, terutama untuk pembangunan infrastruktur daerah.

"Kuncinya itu, kalau bantuan dana diprioritaskan di tingkat desa atau nagari itu, maka pembangunan ditingkatkan. Dan itu juga harus dipercepat," pungkas Erigas.

NDC resmi didirikan oleh Unand di tahun 2016. Tujuannya untuk membantu nagari dalam menjalankan dan mengembangkan nagarinya.

NDC Unand berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), yang mana NDC memiliki fokus dalam pengembangan kapasitas, riset dan studi, serta membentuk jaringan kerja, jaringan investasi, dan jaringan portal pemasaran produk nagari yang sejalan dengan program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sebelumnya, Jokowi tidak main-main dalam hal pembangunan desa. Sudah ratusan triliun dana desa digelontorkan sepanjang dua periode dia memimpin.

Dana desa yang sudah disalurkan kepala negara mencapai Rp468 triliun, terbesar sepanjang sejarah RI. Bahkan, Jokowi sampai disematkan bapak pembangunan desa pada acara Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia di Istora Senayan pada Selasa (29/3) kemarin.

"Dalam sejarah negara ini berdiri desa diberi anggaran sampai Rp468 triliun itu belum pernah, oleh sebab itu hati hati dalam mengelola, memanage duit yang sangat besar sekali," ucap Jokowi.

Dana Desa merupakan anggaran yang bersumber dari APBN yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui APBD Kabupaten/kota dan digunakan unuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan, kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, tujuan disalurkannya dana desa adalah sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi kuat, maju, mandiri dan demokratis. Dengan adanya Dana Desa, desa dapat menciptakan pembangunan dan pemberdayaan desa menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel