Catatan Ringan: Puasa Gelar 30 tahun, Akhirnya Liverpool Juara Liga Premier Inggris. Selamat!

Syahdan Nurdin, LaluMaraSatriawangsa

VIVA - Setelah menanti 30 tahun lamanya, akhirnya Liverpool juara Liga Utama Inggris (EPL) tahun 2019-2020. Secara teknis tak ada aral melintang bagi Liverpool untuk menjadi juara Liga Utama Inggris musim ini.

Kekhawatiran penggemar Liverpool di seluruh dunia adalah krisis AS-Iran akibat terbunuh Mayor Jenderal Qasem Soleimani, perwira militer senior Iran pada Pasukan Pengawal Revolusi berpotensi menyeret perang dunia ke III. Kekhawatiran kedua, dunia dilanda pandemi Corona. Kedua masalah tersebut merupakan hambatan non teknis yang hampir saja membuyarkan harapan squad Liverpool di bawah Jurgen Klopp mengangkat trophy juara Liga Inggris.

Beberapa waktu lalu, saya menulis hanya perang dunia ke III dan atau pandemi Corona yang gagalkan Liverpool juara Liga Utama Inggris (EPL) 2020. Liga Inggris sempat dihentikan karena pandemi Covid-19.

Inggris tercatat sebagai negara Eropa dengan jumlah kematian terbanyak akibat virus corona, melebihi angka kematian di Italia. Penggemar Liverpool ketar ketir, pandemi Covid-19 entah kapan selesainya. Tak jelas.

Banyak pihak kala itu meminta Liga Inggris dihentikan dan otomatis gelar juara jatuh kepada Liverpool yang hingga saat itu menduduki puncak klasemen dengan selisih 25 poin dari rival utamanya Manchester City. Tapi opsi itu ditolak, semakin membuat fans ketar ketir.

FA menghadapi dilema. Bak buah simalakama, dimakan ibu mati, tak dimakan ayah mati. Bila kompetisi dilanjutkan di tengah pandemi Covid-19, tidak mungkin. Berakhirnya pandemi Covid-19 belum jelas pula. Di sisi lain bila kompetisi dihentikan mengandung berbagai konsekuensi yang tak bisa diterima atau memuaskan pihak.

Akhir FA memutuskan kompetisi berjalan dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Laga berlangsung tanpa penonton. Keputusan ini melegakan Liverpool dan fansnya.

Liverpool hanya butuh 6 angka, alias dua kemenangan. Sementara pesaingnya Manchester City harus menyapu bersih poin yang tersia, tak boleh kalah.

Liga Inggris dimulai 18 Juni 2020. Dalam dua laga awal, Liverpool menyabet 4 poin, seri lawan rival sekota Everton dan menang telak 4-0 atas Christal Palace. Sementar City hanya meraih 3 poin menang atas Burnley dan kalah daru Chelsea 1-2. Kekalalahan City langsung menobatkan Liverpool sebagai juara Liga Premier Inggris (EPL) musim 2019-2020.

Liverpool dan fansnya di seluruh dunia bersuka cita. Mereka memutus puasa galar selama 30 tahun, sejak dimulainya Liga Premier Inggris! Liverpool tercatat sebagai satu-satnya klub the big five yang belum merasakan juara Liga Inggris di era EPL yang dimulai pada tahun 1990.

Gelar Liga Ingggris melangkapi koleksi gelar Liverpool di bawah Jurgen Klopp setelah sebelumnya mengatar Jordan Henderson dan kawan-kawan menjadi juara Liga Champions Eropa 2018-2019, juara Piala Super Eropa 2019 dan juara Piala Dunia antar Klub 2019.

Kini Liverpool mengoleksi sebanyak 19 gelar Liga Inggrsi, 6 gelar juara Eropa, 7gelar piala FA, 3 gelar piala UEFA, 8 gelar piala Liga, 4 gelar piala Super Eropa, dan 1 gelar piala dunia antar klub.

Kunci sukses Liverpool di bawah Jurgen Klopp adalah tepat dalam membeli pemain. Pembelian Virgil van Dikj, Allisson Becker untuk memperkuat lini belakang, dilanjut dengan pembelian Mo Salah untuk dipadukan dengan Sadio Mane dan Firminho merupakan pembelian paling tepat. Harga Mo Saah saat didatangkan dari AS Roma tidak semahal Van Dikj dan Allisson Becker, tapi kontribusi Salah dalam menaikkan tempo permainan Liverpool sangat besar. Terbukti Salah menjadi top skor.

Selain itu, Klopp dikenal sebagai pelatih yang disiplin berhasil merubah karakter Liverpool sebagai sebuah tim yang pantang putus asa, bertarung hingga di menit akhir. Sehingga wajar berbagai kejadian ajaib ditoreh Liverpool di bawah Klopp.

Di ajang kompetisi EPL, tercatat Manchester United di bawah Sir Alex Ferguson paling banyak meraih gelar juara Liga Inggris sebanyak 13 kali (1992-1993, 1993-1994, 1994-1995, 1995-1996, 1996-1997, 1998-1999, 1999-2000, 2000-2001, 2002-2003, 2006-2007, 2007-2008, 2008-2009, 2010-2011, 2012-2013).

Sementara klub lain yang berhasil merebut gelar juara EPL, adalah Arsenal di bawah Arsene Wenger sebanyak 3 kali (1997-1998, 2001-2002, dan 2003-2004). Selanjutnya Chelsea lima kali, masing-masing di bawah Jose Mourinho (2004-2005, 2005-2006 dan 2009-2010), Carlo Anceloti (2014-2015) dan Antonio Conte (2016-2017).

Manchester City sebanyak empat kali masing-masing di bawah Roberto Mancini (2011-2012), Manuel Pellegrini (20-13-2014) dan Pep Guardiola (2017-2018, 2018-2019). Sementara dua klub medioker yang berhasil merebut gelar juara EPL adalah Balackburn Rovers (1994-1995) dan Leicester City di bawah Claudion Ranieri pada musim kompetisi 2015-2016.

Wajar bila Liverpool mengidamkan gelar juara EPL 2019-2020. Mengingat gelar juara tersebut sebagai pemutus puasa gelar Liverpool di ajang EPL selama 30 tahun. Dan apa yang diidamkan Liverpool dan fansnya di seluruh telah kesampaian.

Selamat kepada Liverpool, Jurgen Klopp, dan seluruh fansnya di seluruh dunia. (Lalu Mara Satriawangsa)