Catatan Ringan: Semangat Bakrie Membangun Industri Otomotif Tak Pernah Padam

Syahdan Nurdin, LaluMaraSatriawangsa
·Bacaan 2 menit

VIVA - Sebelum krisis ekonomi menerjang Indonesia pada tahun 1997, Kelompok Usaha Bakrie melalui PT Bakrie Motor sedianya akan meluncurkan Mobil Bakrie berdisain MPV (Multi Purpose Vehicle).

Persiapan launching Mobil Bakrie sudah dilakukan yang pada saat itu direncanakan antara bulan November-Desember 1997. Sebelum launching protype Mobil Bakrie yang dikerjakan di Leicester diperkenalkan di depan beberapa wartawan Indonesia dan Duta Besar RI untuk Inggris Fanny Habibie (alm) yang datang ke Leicester.

Penulis teringat komentar almarhum Dubes Fanny Habibie saat menyaksikan dari dekat dan mencoba protype Mobil Bakrie, bahwa dirinya merasa kecolongan, di sisi lain merasa senang. Memang waktu itu, sedang ramai proyek mobil nasional. Ada Timor, Maleo, dan Mobil Bakrie.

Sayang, krisis ekonomi yang dipicu oleh kejatuhan mata uang Bath (Thailand) atas mata uang Dollar Amerika Serikat menjalar ke Indonesia membuyarkan impian Aburizal Bakrie. Kelompok Usaha Bakrie tak luput dari krisis. Launching Mobil Bakrie pun dibatalkan. Dan menjadi kenangan.

Semangat Bakrie untuk membangun industri otomotif tak pernah pudar. Kini, di bawah Anindya Bakrie, putra sulung Aburizal Bakrie, semangat dan asa itu terus terpelihara.

Berbeda dengan orangtuanya, Anindya memilih menjalin aliansi strategis dengan pabrikan kendaraan listrik terkemuka asal China. PT Bakrie & Brothers melalui anak perusahaannya PT Bakrie Autoparts bekerjasama dengan China BYD Auto Co.Ltd. untuk mengembangkan bus listrik di Indonesia.

Kerjasama dengan produsen mobil asal China itu diteken pada 13 April 2018 fokus pada segmen pengembangan bus listrik untuk perkotaan. Bus listrik dianggap sebagai solusi transportasi publik yang ramah lingkungan.

Beberapa waktu lalu, penulis hadir pada penandatanganan nota kesepahaman antara PT Bakrie Autoparts dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terkait pelaksanaan uji coba bus listrik di Kantor Transjakarta.

Sejak itu nota kesepahaman diteken, bus listrik milik Bakrie Autoparts diuji coba selama tiga bulan penuh di rute layanan Trans Jakarta Balai Kota- Blok M.

Bakrie Autoparts merupakan anak perusahaan PT Bakrie & Brothers Tbk. Dulunya semasih bernama PT Bakrie Tosanjaya bergerak di bidang pegembangan komponen otomotif. Dan kini, Bakrie Autoparts lebih luas lagi dengan mengembangkan industri bus listrik secara bertahap.

Untuk tahap awal, Bakrie Autoparts memang mengimpor unit utuh (CBU) bus listrik dari BYD dan selanjutnya akan melakukan pendalaman struktur industri ini di dalam negeri hingga beberapa tahun ke depan. Dalam tiga tahun ke depan, tingkat kandungan lokal (TKDN) bus listrik dapat mencapai 55%.

Langkah Bakrie ini sejalan dengan visi pemerintah, yang memang mengharapkan akselerasi pendalaman struktur industri otomotif di dalam negeri berjalan secara bertahap dan terus ditingkatkan.

Bus listrik Bakrie Autoparts yang sedang diuji coba memperoleh sambutan positif masyarakat pengguna/pelanggan Transjakarta. Bus listrik sebagai transportasi publik dinilai jauh dari kebisingan dan tidak ada asap. Dan memang bus listrik adalah transportasi publik ramah lingkungan sesuai tuntutan zaman.

Mari kita apresiasi kemauan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan menyediakan transportasi publik Jakarta yang ramah lingkungan, tanpa asap dan jauh dari kebisingan. (Lalu Mara Satriawangsa)