Catur standar, kesempatan terakhir Irene dan Taher raih emas PON Papua

·Bacaan 1 menit

Catur standar adalah nomor terakhir yang dipertandingkan pada cabang olahraga catur PON XX Papua dan ini menjadi kesempatan terakhir bagi IM Irine Kharisma Sukandar dan IM Yoseph Theolifus Taher untuk meraih medali emas setelah dua unggulan teratas itu gagal dalam catur kilat dan catur cepat.

Nomor catur standar mulai dipertandingkan Sabtu di Swiss Bell Hotel, Merauke, dengan memainkan dua babak awal dan akan berlangsung selama empat hari dengan memainkan sembilan babak sistem round robin.

Sama dengan nomor catur cepat dan kilat, nomor standar juga akan memperebutkan lima medali emas, yaitu kategori beregu terbuka, beregu putri, perorangan terbuka, perorangan putri, dan perorangan terbatas (veteran).

Baca juga: Chelsie Monica raih emas kedua setelah menangi nomor catur cepat

Pada nomor perorangan putri, pecatur terbaik Indonesia, Irene Kharisma Sukandar yang membela panji Jawa Barat, kembali akan mendapat tantangan berat dari juniornya dalam pelatnas, WIM Chelsie Monica Sihite dari Kalimantan Timur. Pada nomor catur cepat dan kilat, sang junior dua kali mempermalukan seniornya.

Jika Chelsie kembali juara, maka dia total akan mendulang tiga emas. Tentu persaingan bukan hanya antara Irene dan Chelsie, pacatur laon seperti WCM Theodora Walukow dari DKI Jakarta bisa saja membuat kejutan.

Pada nomor standar terbuka, pecatur tuan rumah Papua IM Yoseph Theolifus Taher sebagai satu-satunya pecatur pelatnas yang tampil pada PON Papua, tetap diunggulkan mesti dalam nomor catur kilat dipermalukan pecatur Jawa Barat FM M. Arif Abdul Hafiz dan pada catur cepat diungguli NM Kahfi Maulana dari Daerah Istimewa Yogjakarta.

Baca juga: DKI dan Jabar berbagi emas di nomor beregu catur cepat PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel