Catut Identitas Nasabah untuk Kredit Fiktif, Kepala Unit BRI Dipecat

Merdeka.com - Merdeka.com - Bank BRI memecat MI dan RH, dua pegawai mereka di Unit Kualu Kota Pekanbaru, yang diduga telah mencatut identitas nasabah untuk mencairkan kredit fiktif. Kasus kejahatan perbankan itu pun kini tengah ditangani Ditreskrimsus Polda Riau.

RH merupakan mantan Kepala Unit BRI Kualu. Sementara RH adalah tenaga marketing.

Pemimpin Cabang BRI Pekanbaru Tuanku Tambusai Heirlan Faisyal mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada para nasabah. Identitas nasabah tidak boleh disalahgunakan pegawai.

"Mengatasi pengaduan ini, BRI lalu melakukan investigasi dan oknum BRI tersebut telah di-PHK (pecat). Juga diproses secara hukum. Ini bentuk perlindungan dan tanggung jawab kami kepada nasabah," ujar Heirlan, Kamis (9/9).

BRI telah melakukan investigasi atas pengaduan nasabah yang identitasnya diduga disalahgunakan pegawai BRI Unit Kualu untuk mencairkan pinjaman KUR Mikro Tahun 2020.

"Pada prinsipnya BRI akan menyerahkan kasus tersebut dan menghormati proses hukum yang berlangsung," jelasnya.

Tawarkan Solusi

Heirlan juga menyampaikan BRI melakukan mediasi dan membantu menawarkan solusi kepada nasabah tersebut, berupa pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

"Demi menjaga kepercayaan nasabah, BRI berkomitmen untuk senantiasa menjunjung nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG) dan mengedepankan prinsip prudential banking dalam setiap menjalankan operasional bisnisnya," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Muhammad Afdhal (32), warga Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar kebingungan dan marah ketika dia dinyatakan mempunyai tunggakan di bank karena tidak pernah mengajukan pinjaman.

Merasa namanya telah dicatut, pria ini pun melaporkan Kepala Unit Bank pelat merah berinisial MI dan tenaga marketing berinisial RH ke polisi. Laporan itu disampaikan ke Subdit II Tipibank Ditreskrimsus Polda Riau.

"Laporan terkait dugaan penyelewengan jabatan, nama korban dicatut untuk dana pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR)," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Ferry Irawan.

Fery menyebutkan, saat ini kasus tersebut sedang proses penyelidikan. Polisi akan memanggil para pihak, termasuk 2 terlapor. "Terlapor dan saksi segera diperiksa untuk menindaklanjuti dugaan kejahatan perbankan ini," tegasnya.

Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Teddy Ardian menambahkan, kasus ini berawal saat korban hendak meminjam uang untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di BRI Pekanbaru.

"Saat proses pengajuan pinjaman, ternyata nama korban masuk dalam catatan SLIK otoritas jasa keuangan (OJK) atau BI checking. Padahal korban tak pernah meminjam uang di bank," kata Teddy. [yan]