Cavani Gabung ke MU, Bukti Lebih Baik Telat ketimbang Tak Sama Sekali

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVAEdinson Cavani menunjukkan pada Manchester United arti dari kalimat "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali". Ada apa gerangan?

Seperti diketahui, Cavani perlahan menjelma jadi sosok penting dalam kebangkitan Manchester United musim ini. Dia kerap jadi penentu kemenangan Setan Merah dalam beberapa laga.

Tanpanya, mungkin MU tak berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer itu juga belum tentu lolos ke semifinal Piala Liga Inggris.

Tapi, tahukah Anda kalau Cavani sebenarnya bisa saja bergabung lebih cepat dengan MU? Bukan di musim panas 2020.

Ya, momen itu terjadi enam tahun lalu atau setelah Piala Dunia 2014 silam. Kala itu, penyerang asal Uruguay dalam situasi gamang saat masih membela Paris Saint-Germain seperti dikutip The Sun.

Dia ingin mencari tantangan baru walau baru semusim berkostum PSG. Dan tepat setelah Uruguay mengalahkan Inggris di fase grup Piala Dunia 2014, Cavani bertukar kostum dengan Wayne Rooney.

Di momen itu, dia mengatakan pada Rooney ingin hijrah membela MU. Sayangnya, niatan sang pemain tak disambut oleh Setan Merah yang kala itu ditangani Louis van Gaal.

MU saat itu cuek dan melewatkan kesempatan merekrut Cavani. Di sisi lain, PSG juga menginginkan dana selangit bagi para peminat El Matador. Jadilah eks bomber Napoli itu bertahan di Parc des Princes dan meraih berbagai trofi domestik bersama PSG.

Waktu berlalu enam tahun, akhirnya Cavani berhasil mewujudkan mimpi berlabuh di Old Trafford. Dia didatangkan secara bebas transfer pada musim panas 2020.

Cavani datang dengan ekspektasi tinggi lantaran diberi nomor punggung 7. Namun, perlahan dia mulai menunjukkan kepantasannya memakai nomor keramat tersebut.

Meski kesulitan mendapat menit bermain, Cavani tetap bisa memberi dampak besar ketika diturunkan sebagai pengganti. Contohnya, saat dia menyegel kemenangan atas Everton dalam lanjutan Premier League dengan mencetak gol ketiga di duel tersebut.

Dia juga menjadi pemecah kebuntuan MU saat berjumpa lagi dengan The Toffees di perempat final Piala Liga Inggris. Terbaru, dia memberi assists pada Anthony Martial dalam duel yang berakhir imbang 2-2 kontra Leicester City.

Memang, dia baru mencetak empat gol dalam 13 penampilannya bersama MU. Tapi, bukan tidak mungkin jumlahnya akan bertambah secara drastis lantaran adaptasinya yang cepat pada sepakbola Inggris.

Dari situ, pemain 33 tahun berhasil membuktikan kalau "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali". Etos kerjanya berhasil meyakinkan seluruh elemen MU kalau perekrutannya adalah sebuah keputusan tepat. Tak cuma memberi dimensi berbeda pada lini serang, Cavani juga bisa jadi mentor yang sempurna bagi para bomber MU macam Marcus Rashford, Mason Greenwood, dan Martial.

Atas performa impresifnya, MU pun berniat untuk menambah masa baktinya yang bakal habis pada akhir musim ini.