CDC Rilis Kriteria Baru Jenis Masker Paling Efektif Tangkal Virus Covid-19

·Bacaan 1 menit

DREAMERS.ID - Menggunakan masker wajah masih sangat dianjurkan oleh WHO maupun pemerintah sebagai pencegahan penularan virus Covid-19. Otoritas kesehatan dunia baru saja memberikan update tentang jenis masker yang efektif tangkal virus.

Melansir dari CNBC Indonesia, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika Serikat menyebutkan infeksi SARS-CoV-2 ditularkan terutama dari tetesan pernapasan atau droplet yang dihasilkan saat orang batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, atau bernapas.

Menurut CDC, menggunakan masker bertujuan untuk mengurangi dan menghalang paparan droplet yang mengandung virus, khusunya kepada orang tanpa gejala (OTG), yang di mana dirinya merasa sehat dan mungkin tidak menyadari penularnya kepada orang lain.

Sehingga sampai saat ini CDC menyarankan masyarakat pakai masker kain multi-lapis tanpa katup, "CDC merekomendasikan penggunaan masker oleh masyarakat, khususnya masker kain multi-lapis tanpa katup, untuk mencegah penularan SARS-CoV-2," tulis CDC dalam situsnya pada Selasa (10/11).

Masker kain juga efektif untuk memblokir 20-30 mikron, tetapi masker kain juga dapat memblokir pernafasan tetesan halus dan parikel (aerosol) yang ukuranya lebih kecil dari 10 mikron. Jumlah aerosol juga dapat meningkat dengan berbicara, dan jenis fonasi tertentu.

Masker kain yang berlapis lebih banyak dapat memblokir hingga 70-50% dari tetesan dan partikel halus lainnya, hal ini dapat membatasi penyebaran virusnya. Studi kasus juga telah menunjukkan bahwa masker kain dapat mengurangi paparan tetesan infeksi pemakainnya melalui penyaringan.

Namun efektivitas dari masker kain tersebut juga dapat dilihat dari filtrasinya, yaitu bahan masker itu sendiri. Dengan menggunakan beberapa lapisan masker juga dapat menghasilkan proteksi lebih aman dibandingkan hanya menggunakan satu lapis.

Berita Lainnya :

Analisa Waktu Terbaik untuk Olahraga, Pagi atau Malam hari?

Fenomena Jual Beli Hasil Tes Negatif COVID-19 di Kalangan Turis