CDCC gelar WPF Ke-8 ajukan prinsip jalan tengah bangun dunia damai

Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menggelar World Peace Forum (WPF) Ke-8 yang mengajukan prinsip persaudaraan kemanusiaan dan jalan tengah untuk dibahas sebagai upaya membangun dunia damai, adil, dan sejahtera.

"Kami ingin ajukan persaudaraan dan jalan tengah. Ini dua hal yang menyatu bisa dijadikan dasar untuk membangun dunia damai, adil, sejahtera. Keduanya ini, human fraternity (persaudaraan kemanusiaan) dan the middle path (jalan tengah) kita yakini sebagai prinsip Islam (jalan tengah dalam Islam dikenal sebagai wasathiyah atau moderat)," ujar Ketua (Chairman) CDCC Din Syamsuddin dalam konferensi pers di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin.

Upaya tersebut, lanjut Din, dituangkan ke dalam tema WPF Ke-8, yakni "Human Fraternity and The Middle Path as The Foundations for a Peaceful, Just, and Prosperous World" atau "Persaudaraan Kemanusiaan dan Jalan Tengah sebagai Fondasi atau Dasar dari Dunia Damai, Adil, Sejahtera".

Adapun WPF atau Forum Perdamaian Dunia Ke-8 itu merupakan kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama CDCC dengan The Cheng Ho Multiculture Education Trust pimpinan Tan Sri Lee Kim Yew serta Muhammadiyah dan akan digelar pada 17-18 November mendatang di Solo, Jawa Tengah.

Sejauh ini, menurut Din, meskipun dalam WPF Ke-1 sampai Ke-7, yaitu pada tahun 2006, 2008, 2010, 2012, 2014, 2016, dan 2018, bahkan WPF Ke-8 mengangkat tema yang berbeda-beda, pembahasan dalam forum pertemuan dan diskusi itu konsisten mengangkat tema dari topik besar, yaitu "One Humanity, One Destiny, One Responsibility"(Satu Kemanusiaan, Satu Tujuan, dan Satu Tanggung Jawab).

Terkait dengan para peserta, Din menyampaikan WPF Ke-8 akan dihadiri sekitar 200 tokoh lintas agama, tokoh intelektual atau cendekiawan, tokoh-tokoh dunia yang pernah atau sedang menduduki posisi di pemerintahan, serta sejumlah perwakilan dunia usaha.

"Saya sengaja menyampaikan ini agar jangan dipersepsikan World Peace Forum ini sebagai interfaith forum (forum lintas agama) saja, tetapi juga forum kalangan cendekiawan, intelektual, akademisi, bahkan penentu kebijakan di pemerintahan yang berasal dari berbagai negara," tambah dia.

Wakil Ketua Panitia Acara (Steering Committee) WPF Ke-8 Syafiq A. Mughni menyampaikan sebelum sesi diskusi dimulai pada 17-18 November 2022, panitia mempersiapkan makan malam penyambutan bagi para peserta pada 16 November 2022 di Kasunanan Surakarta.

"Tanggal 16 November malam itu akan ada welcoming dinner di Kasunanan Surakarta yang memberikan nuansa bergaya Jawa. Jadi, ini kami harapkan dapat menarik para tamu internasional untuk mengetahui lebih detail budaya Jawa," ujar Saviq.

Baca juga: Din Syamsuddin, Mahathir berbagi pandangan tentang umat Islam saat ini
Baca juga: Indonesia tuan rumah Forum Perdamaian Dunia

Selanjutnya, pada hari kedua akan dilaksanakan pembukaan WPF Ke-8 oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Selain itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla akan menyampaikan pidato sambutan.

Berkenaan dengan sesi diskusi yang digelar pada 17-18 November 2022, WPF Ke-8 terdiri atas tiga sesi diskusi dengan tiga subtema, yakni "The Human Fraternity", "The Middle Path: An Islamic Perspective", dan "The Middle Path: An Oriental Wisdom".

Pada sesi akhir WPF Ke-8, akan ada pula pembicaraan dan diskusi yang mengarah pada "Solo Message", yakni pesan berisi ekspresi pemikiran-pemikiran yang telah berkembang di sesi sebelumnya. Berikutnya, pidato penutupan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.

"Kami mempromosikan kebijakan agar terbangun kekuatan wasathiyah ini dan semua akan menjadi ekspresi dari Solo Message itu," ujar Saviq.

Sejauh ini sejumlah tokoh yang dijadwalkan hadir adalah Vice President of The G20 Interfaith Association Katherine Marshall, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liga Muslim Dunia Muhammad Al Issa, Sekjen Muslim Council of Elders Mohamed Abdel Salam, dan Dewan Kepausan Vatikan untuk Dialog Antaragama Rev. Laurent Basanese.

WPF Ke-8 digelar berdekatan dengan Muktamar Ke-48 Muhammadiyah di Solo pada 19-20 November 2022 sehingga para peserta diundang menghadiri perhelatan akbar tersebut.