CdM minta atlet perketat prokes jelang Olimpiade Tokyo

·Bacaan 2 menit

Chef de Mission (CdM) Rosan P Roeslani meminta para atlet, pelatih, serta pengurus cabang olahraga untuk memperketat protokol kesehatan menjelang keberangkatan mereka menuju Olimpiade Tokyo, terlebih tren kasus positif COVID-19 di Jakarta terus meningkat.

“Mari bersama-sama mengawasi atlet-atlet kita yang akan tampil di Olimpiade dengan lebih ketat lagi sekaligus mengetatkan protokol kesehatan. Sebab, jika atlet-atlet kita ini sampai terpapar COVID-19 akan sangat disayangkan,” kata Rosan dalam siaran pers Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rabu.

Para atlet Indonesia dijadwalkan berangkat ke Tokyo pada 18 Juli sesuai dengan aturan yang diterapkan panitia penyelanggara bahwa atlet diizinkan tiba di Kampung Atlet lima hari sebelum pertandingan.

Namun atlet bulu tangkis akan berangkat lebih awal pada 8 Juli untuk menjalani pemusatan latihan 10 hari di Kumamoto.

Baca juga: Pebulu tangkis Indonesia bertolak ke Olimpiade Tokyo 8 Juli

Sebelum ke Tokyo, para atlet akan menjalani karantina mandiri di pelatnas masing-masing karena Jepang telah membebaskan aturan karantina 14 hari kepada pengunjung asing. Mereka selanjutnya akan melakukan tes swab PCR dua hari dan satu hari sebelum keberangkatan.

Seluruh atlet, pelatih, dan ofisial akan kembali menjalani tes COVID-19 setibanya di Tokyo nanti.

Baca juga: IOC: Kampung Atlet harus jadi tempat teraman di Tokyo

“Mereka yang negatif COVID-19 akan diantar dengan bus dari panitia langsung ke Kampung Atlet. Tapi apabila dites itu ada yang terindikasi terpapar, dia akan dipisahkan dan akan melakukan isolasi mandiri di tempat yang akan ditentukan panitia,” kata Sekretaris Jenderal KOI Ferry J Kono dihubungi secara terpisah.

Hingga kini sudah ada 28 atlet Indonesia dari delapan cabang olahraga yang sudah dipastikan tampil di Tokyo. bulu tangkis (11), atletik (2), panahan (4), menembak (1), dayung (2), angkat besi (5), surfing (1), dan renang (2). Jumlah itu berpeluang bertambah dari cabang senam dan voli pantai, yang akan mengikuti turnamen kualifikasi pada akhir bulan ini.

Baca juga: Indonesia targetkan loloskan 30 atlet ke Olimpiade Tokyo
Baca juga: KOI serahkan rencana kegiatan atlet selama di Olimpiade Tokyo
Baca juga: Indonesia yakin Jepang mampu gelar Olimpiade dengan aman

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel