Cedera Sempat Membuat Marc Marquez Berpikir Harus Menerima Kenyataan Jika Pensiun dari MotoGP

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Hari demi hari, situasi cedera lengan kanan Marc Marquez sempat semakin tidak menentu. Cenderung patah tulang humerus kanan yang ia derita semakin memburuk.

Bahkan selepas menjalani operasi ketiga, dokter memberikan analisis buruk. Jika situasi tidak membaik, pembalap Repsol Honda itu harus menjalani operasi keempat.

Sebagai manusia biasa, Marc Marquez tentu sempat frustrasi dengan cederanya yang tidak kunjung sembuh. Kepada media Spanyol: Marca, juara dunia MotoGP enam kali itu sempat bersedia menerima kenyataan jika memang harus pensiun dari balap motor.

"Pensiun yang ideal dari seorang pembalap adalah karena dia menginginkannya, bukan karena cedera yang memaksanya atau karena dia tidak memiliki tempat di MotoGP atau karena alasan lain," Marc Marquez membuka cerita.

"Tetapi secara logis saya akan menerimanya (harus pensiun) jika saya tidak punya pilihan lain. Tapi semua itu sudah selesai. Jadi sekarang kita di atas motor untuk bersenang-senang lagi," lanjutnya.

Ya, setelah absen sekitar sembilan bulan, Marc Marquez comeback ke lintasan dan bisa finis posisi tujuh pada balapan di Sirkuit Portimao, Portugal, hari Minggu (18/04/2021) lalu.

Emosional

Marc Marquez tampak terharu usai kembali ke garasi timnya setelah menyelesaikan balapan MotoGP Portugal, Minggu (18/04/2021). (Twitter/Repsol Honda).
Marc Marquez tampak terharu usai kembali ke garasi timnya setelah menyelesaikan balapan MotoGP Portugal, Minggu (18/04/2021). (Twitter/Repsol Honda).

Perjuangan Marc Marquez mengaspal pada balapan MotoGP Portugal dalam kondisi lengan kanan belum 100 persen layak mendapat apresiasi.

Tidak heran saat masuk ke garasi tim, seluruh kru Repsol Honda memberikannya tepuk tangan. Marc Marquez pun terbawa suasana. Dia duduk sejenak lalu buka helm dan menitikan air mata.

Apa makna air mata ini? "Saya orang yang gemar menjaga emosi untuk tidak terlihat, tapi ketika sampai ke garasi bersama semua mekanik, saya tidak bisa mengontrol emosi itu," ujarnya.

"Sudah sangat lama sejak saya memimpikan hari ini, menyelesaikan balapan MotoGP. Ini merupakan langkah besar dalam proses rehabilitasi saya," lanjut juara MotoGP enam kali itu.

Namun siapa sangka comeback penuh perjuangan seorang Marc Marquez justru mendapat marah dari sang ibu, Roser Alenta.

Menurutnya sang ibunda marah lantaran telah membuatnya menangis ketika menyaksikan aksi juara dunia MotoGP enam kali itu pada balapan MotoGP Portugal.

"Ibu saya memarahi saya, bukan karena apa yang saya lakukan selama akhir pekan, tetapi karena membuatnya menangis dari rumah," cerita Marc Marquez.

Sumber: Corsedimoto

Saksikan Video Pilihan Kami: