Cefixime Obat Apa? Ketahui Aturan Pakai dan Efek Sampingnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan cefixime obat apa dan digunakan untuk apa cukup menarik perhatian masyarakat. Jawaban dari pertanyaan tersebut, cefixime adalah obat keras atau antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Bukan sembarang obat, mengonsumsi obat cefixime harus dengan resep dokter.

Ada tiga jenis obat cefixime yang bisa dikonsumsi, yakni kaplet, kapsul, dan sirup. Cefixime obat apa? Tidak sembarang infeksi bakteri yang bisa diobati dengan obat keras ini. Melainkan pneumonia, infeksi/radang THT (telinga, hidung, tenggorokan), infeksi saluran kemih, infeksi kulit, infeksi sumsum tulang, infeksi darah, dan infeksi setelah melahirkan.

Bila menggunakannya untuk mengobati infeksi virus dan jamur, maka kembali ke pertanyaan cefixime obat apa? Obat cefixime tidak akan bekerja untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus dan jamur misalnya seperti pilek dan flu.

Agar lebih memahami, berikut Liputan6.com ulas tentang cefixime obat apa, lengkap aturan pakai dan efek sampingnya dari berbagai sumber, Sabtu (10/7/2021).

Cefixime Obat Apa?

Ilustrasi Penggunaan Obat Cefixime. Credit: pexels.com/Karolina
Ilustrasi Penggunaan Obat Cefixime. Credit: pexels.com/Karolina

Belum banyak yang tahu mengenai cefixime obat apa? Cefixime adalah obat yang digunakan untuk membantu mengobati berbagai macam infeksi bakteri, seperti pneumonia, infeksi/radang THT (telinga, hidung, tenggorokan), infeksi saluran kemih, infeksi kulit, infeksi sumsum tulang, infeksi darah, dan infeksi setelah melahirkan.

Mengenai pertanyaan cefixime obat apa bisa terjawab bahwa obat ini termasuk antibiotik golongan cephalosporin. Selain cefixime obat apa, bagaimana cara kerjanya? Cefixime bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dengan cara mengganggu pembentukan dinding sel bakteri. Cefixime hanya untuk infeksi bakteri. Cefixime tidak akan bekerja untuk infeksi virus dan jamur.

Cefixime obat apa dan kategorinya bagaimana? Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cefixime ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Keterangan Cefixime Obat Apa?

Ada tiga jenis obat cefixime yang bisa dikonsumsi. Cefixime obat kaplet, kapsul, dan sirup. Bagaimana keterangan dari cefixime obat apa?

1. Cefixime Kaplet

- Golongan: Obat Keras

- Kelas Terapi: Antibiotik Sefalosporin

- Kandungan: Cefixime 100 mg; Cefixime 200 mg

- Bentuk: Kapsul

- Satuan Penjualan: Strip

- Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kaplet salut selaput

- Farmasi: Bernofarma; Natura Laboratoria; Infion.

- Merk dagang yang beredar di Indonesia: Inbacef, Ceptik, Cefspan, Nucef, Tocef, Ximesco, Taxime.

2. Cefixime Kapsul

- Golongan: Obat Keras

- Kelas Terapi: Antibiotik Sefalosporin

- Kandungan: Cefixime 100 mg; Cefixime 200 mg

- Bentuk: Kapsul

- Satuan Penjualan: Strip

- Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kapsul

- Farmasi: Hexpharm; Lapi; Pharma; Ifars; Guardian Pharmatama; Novell; Indofarma; Dexa Medica; Bernofarm; Natura Laboratoria Prima; Phapros; Kimia farma.

- Merk dagang yang beredar di Indonesia: Starcef, Lafsefik, Cefspan, Trimix, Ceptik, Spancef, Sporetik, Fixatic, Helimix.

3. Cefixime Sirup Kering

- Golongan: Obat Keras

- Kelas Terapi: Antibiotik Sefalosporin

- Kandungan: Sirup kering 100 mg/ 5mL

- Bentuk: Botol

- Satuan Penjualan: Botol

- Kemasan: Box, Botol 30 mL

- Farmasi: Hexpharm; Bernofarm; Indofarma; Phapros; Etercon Pharma; Ifars.

- Merk dagang yang beredar di Indonesia: Fixacep, Yafix, Cefila, Simcef, Lanfix, Maxpro, Cefspan, Cefarox.

Aturan Penggunaan Obat Cefixime

Ilustrasi Obat Cefixime. Credit: unsplash.com/Michael
Ilustrasi Obat Cefixime. Credit: unsplash.com/Michael

Bila pertanyaan cefixime obat apa sudah terjawab, selanjutnya mengetahui bagaimana aturan penggunaan obat cefixime. Ketahui cefixime adalah termasuk golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Berikut aturan penggunaan obat cefixime:

- Dewasa: dosis 200-400 mg diminum 1 kali sehari diberikan sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi selama 7 hari, dapat dilanjutkan hingga 14 hari jika perlu, tergantung pada tingkat keparahan infeksi.

- Anak usia > 6 bulan sampai anak usia <10 tahun dengan berat badan <50 kg: 8 mg / kg berat badan setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi;

- Anak usia > 10 tahun dengan berat badan> 50 kg: Sama dengan dosis dewasa.

Untuk penyimpanan obat cefixime kaplet, kapsul, dan sirup berbeda. Cefixime kaplet dan kapsul harus disimpan pada suhu di antara 20-25 derajat Celcius. Sementara cefixime sirup kering yang sudah dilarutkan harus disimpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius, stabil hingga 14 hari. Jangan dibekukan. Jika sudah lebih dari 14 hari, segera buang.

Efek Samping dan Interaksi Obat Cefixime

- Efek Samping Obat Cefixime

Efek samping yang mungkin terjadi selama mengkonsumsi Cefixime adalah:

1. Ensefalopati (gangguan fungsi otak) termasuk kejang

2. Gangguan gastrointestinal: Diare, nyeri perut, pencernaan yg terganggu, perut kembung, mual, muntah.

3. Gangguan umum dan kondisi situs admin: Pyrexia (demam), edema wajah.

4. Gangguan hepatobilier: Penyakit kuning, hepatitis.

5. Gangguan metabolisme dan nutrisi: Anoreksia (kurang nafsu makan).

6. Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat: Arthralgia (peradangan sendi).

7. Gangguan sistem saraf: Sakit kepala, pusing, vertigo (pusing berputar).

8. Sistem reproduksi dan gangguan payudara: Vaginitis (peradangan vagina).

9. Gangguan pernapasan, toraks, dan mediastinum: Dispnea (sesak napas).

- Kontraindikasi

Hipersensitif terhadap sefalosporin, penisilin atau antibiotik beta-laktam, Bayi prematur dan bayi baru lahir.

- Interaksi Obat

1. Dapat meningkatkan waktu protrombin dengan atau tanpa perdarahan dan meningkatkan efek antikoagulan (misal. Warfarin K).

2. Peningkatan bioavailabilitas hingga 70% dengan nifedipine.

3. Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.

4. Dapat meningkatkan konsentrasi plasma carbamazepine.

- Overdosis

Gejala: Ensefalopati yang ditandai dengan kebingungan, gangguan kesadaran, gangguan gerak dan kejang.

Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Dapat diberikan tindakan pengosongan perut dengan lavage lambung. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel