Cegah Alergi dari Rumah dengan Sinbiotik, Orangtua Wajib Tahu

·Bacaan 5 menit

Fimela.com, Jakarta Alergi merupakan reaksi imun terhadap zat atau benda yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Zat atau benda yang dapat memunculkan reaksi alergi bisa berupa makanan, debu, tungau, atau bahkan gigitan serangga.

Bertepatan dengan World Allergy Week 2020 pada 28 Juni-4 Juli 2020, dilaksanakan, Pekan Cegah Alergi Anak 2.0 yang merupakan sebuah edu-roadshow kolaborasi antara Nutriclub dan Top Digital Media untuk mengedukasi para orang tua tentang pencegahan alergi sejak dini. Salah satunya, Nutriclub melakukan sebuah sesi live streaming bersama FIMELA dengan narasumber dr. Lucia Nauli Simbolon, SpA dan Influencer Couple Cherly Juno dan Arthur Panjaitan.

Dokter Spesialis Anak, Lucia Nauli Simbolon menjelaskan reaksi alergi gejala yang dimunculkan di setiap anak berbeda, mulai dari batuk tanpa infeksi, ruam kulit kemerahan atau dermatitis. Pilek dengan bersin ulang tanpa flu, mual dan muntah. Jika reaksi alergi berat, dapat menyebabkan pingsan, mengi, dan sesak napas.

Lalu apa sebenarnya penyebab alergi? Dokter Lucia mengatakan bahwa penyebab alergi secara pasti belum diketahui. Tapi penyebab yang diduga sangat berperan adalah faktor keturunan.

"Kalau misalnya salah satu orangtua alergi, risiko anak terkena alergi sekitar 40-60 persen. Kalau keduanya alergi, risiko meningkat 60-80 persen," jelas dr Lucia dalam Live Streaming Nutriclub bertema Sinbiotik Nutrisi Advanced yang Orangtua Wajib Tahu, Rabu (1/7).

Benar saja, alergi pada si Kecil terjadi pada Ryu, anak dari pasangan Cherly Juno dan Arthur Panjaitan. Cherly menceritakan, awalnya Ryu mengalami alergi dengan gejala dermatitis dan gatal-gatal.

Khawatir dengan kondisi Ryu, Cherly dan Arthur langsung membawa si Kecil ke rumah sakit untuk melakukan tes alergi. Saat ditarik lebih jauh tentang risiko alergi, baru disadari bahwa ternyata Cherly dan Arthur memiliki riwayat alergi.

"Alergi Ryu juga kambuhan dan ternyata banyak sekali hal yang membuat alergi Ryu berbeda dengan orangtua. Misalnya, Ryu enggak bisa kena udara (AC) yang terlalu dingin, dia jadi susah bernapas," jelas Cherly yang ikut ambil bagian dalam #PekanCegahAlergiAnak pada 28 Juni-4 Juli 2020.

Dalam kesempatan itu, Cherly juga berbagi pengalamannya bahwa salah satu pencegahan alergi pada Ryu dengan melakukan cek risiko alergi dengan Allergy Risk Screener by Nutriclub. "Dengan melakukan cek alergi ini, kita bisa mendeteksi sedini mungkin risiko alergi pada anak dan lebih penting kita bisa melakukan tindakan pencegahan yang tepat."

Allergy Risk Screener by Nutriclub ini merupakan tes yang dapat membantu orangtua mengetahui besarnya risiko alergi Si Kecil berdasarkan riwayat alergi keluarga.

Hasilnya berupa persentase besarnya risiko alergi anak, dengan hanya cukup menjawab pertanyaan yang ada dan membutuhkan waktu kurang dari 3 menit saja. Selanjutnya, hasil tes dapat dibawa ke dokter anak untuk mengetahui tindakan pencegahan yang tepat.

Apakah Alergi Bisa Disembuhkan?

Dokter Lucia menjelaskan banyak orangtua baru menyadari bahwa si Kecil mengalami alergi, ketika reaksi muncul berulang dan makin parah. Alhasil, si Kecil jadi mudah gelisah, tidak nyaman, dan waktu tidur kurang optimal.

Lalu, apakah alergi bisa disembuhkan. Pertanyaan itu muncul dari pemilik akun Instagram @Nuraisyah7374 yang bertanya lewat Live Streaming di Instagram Fimela. Jawabannya ternyata tidak.

Alergi adalah salah satu kondisi yang hampir tidak bisa disembuhkan. Tapi Moms jangan berkecil hati ya karena gejalanya dapat berkurang kok seiring bertambahnya usia.

"Gejalanya bisa dikurangi dan sampai 80 persen saat si Kecil berusia di atas satu tahun karena lama-lama antibodi akan terbentuk. Maka faktor nutrisi harus diperhatikan, dengan menjaga sistem pencernaan anak," jelas dr Lucia.

Tidak Perlu Khawatir karena Alergi Dapat Dicegah Sedini Mungkin

Faktor keturunan atau Hereditary menjadi salah satu penyebab alergi. Meski tak dapat disembuhkan, namun faktanya dapat dicegah sedini mungkin lho Moms! Upaya pencegahan alergi tak hanya dapat dilakukan sejak ibu hamil. Namun ketika bayi lahir, Moms bisa melihat kondisi si Kecil jika memunculkan gejala alergi. Selain itu, ada dua cara pencegahan lain menurut dr Lucia, yaitu:

1. Deteksi Risiko Alergi

Orangtua sebaiknya tidak menganggap bahwa alergi adalah hal biasa yang dipasrahkan dan ditunggu muncul. Jika orangtua memiliki riwayat alergi ada baiknya mulai menyadari bahwa dirinya berisiko menurunkan alergi kepada si Kecil. Faktanya, banyak orang tua tidak menyadari bahwa orang tua memiliki riwayat alergi dengan gejala seperti kulit kemerahan (dermatitis), bersin berulang tanpa flu, suara nafas seperti siulan, dan batuk kering tanpa infeksi yang dapat dicek menggunakan Allergy Risk Screener by Nutriclub.

2. Manajemen Nutrisi

Faktor nutrisi memainkan peran penting dalam sistem pencernaan si Kecil. Maka untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil butuh manajemen nutrisi yang baik, salah satunya dari sinbiotik.

Sinbiotik merupakan kombinasi prebiotik dan probiotik yang dibutuhkan si Kecil untuk mencegah alergi. Nah, prebiotik adalah nutrisi untuk bakteri baik dan direkomendasikan badan internasional untuk pencegahan alergi dengan dukungan penelitian ilmiah pada lebih 1.000 subjek.

Sementara probiotik adalah bakteri baik yang secara alami terdapat pada saluran cerna yang mendukung daya tahan tubuh, dalam pencegahan alergi serta terbukti aman untuk si Kecil.

"Probiotik itu ada dua, yaitu Bifidobacterium breve dan Lacobacillus. Prebiotik ada dalam makanan dan bisa ditambahkan dengan produk susu," jelas dr Lucia.

Teruji Klinis dan Dipatenkan

Tidak semua sinbiotik itu sama. "Penelitian terbaru FOS dan GOS komposisinya 1:9 dengan bakteri itu akan menciptakan sinbiotik. Jadi sistem pencernaan sehat dan bisa lebih beradaptasi," jelas dr. Lucia.

Oleh karena itu, Mom harus tepat memilih sinbiotik, terutama yang telah dipatenkan dan terbukti klinis mendukung sistem imun, dalam menurunkan risiko alergi si Kecil. Sinbiotik itu terdiri dari prebiotik FOS:GOS (1:9) dan probiotik B.breve yang telah dipatenkan, serta teruji klinis dapat menurunkan risiko alergi.

Kabar baiknya, kini tersedia SYNEO engine yaitu merupakan advanced innovation sinbiotik yang diformulasikan oleh Nutricia dengan pengalaman riset lebih dari 40 tahun di bidang alergi dan imunologi.

Untuk informasi lengkap mengenai pencegahan alergi secara interaktif, Mom juga dapat mengunduh Allergy Prevention Kit Digital dan mengunjungi laman ini. Yuk Mom #CegahAlergiSekarang Sebelum Terlambat